Tangis di Philadelphia Menutup 16 Tahun Karier Edson Barboza di Oktagon UFC

Edson Barboza mengakhiri kariernya di UFC dengan meletakkan sarung tangan di tengah oktagon setelah kalah dari Esteban Ribovics pada UFC 330 di Philadelphia, Sabtu malam. Petarung Brasil berusia 39 tahun itu kemudian berlutut sambil menangis, menandai berakhirnya perjalanan panjangnya di kompetisi tersebut.

Momen emosional itu terjadi seusai laga yang dihentikan wasit pada ronde kedua. Barboza menerima pukulan bertubi-tubi dari Ribovics hingga pertandingan tidak dapat dilanjutkan.

Keputusan pensiun itu mengakhiri kiprah Barboza selama 16 tahun di UFC, ajang yang membentuk namanya sebagai salah satu striker paling khas. Bahkan sebelum pertarungan dimulai, ia sudah terlihat sangat emosional ketika berjalan menuju arena.

Usai laga, Barboza mengonfirmasi langsung keputusannya dalam wawancara bersama komentator UFC Joe Rogan. Ia menyampaikan penghargaan kepada penggemar yang telah mengikuti setiap fase perjalanan kariernya.

“Saya memberikan yang terbaik setiap hari, setiap pertarungan, saya berjanji memberikan yang terbaik. Saya sangat berterima kasih. Saya harap kalian menikmatinya,” kata Barboza sambil menahan tangis, seperti dikutip Heavy.com.

Rekor Karier di UFC

Barboza meninggalkan oktagon dengan catatan 24 kemenangan dan 15 kekalahan dalam karier profesionalnya. Sebanyak 18 kemenangan dan seluruh 15 kekalahan tersebut terjadi dalam pertarungan UFC.

KategoriKemenanganKekalahan
Karier profesional2415
Pertarungan UFC1815

Catatan tersebut memperlihatkan durasi panjang Barboza dalam persaingan MMA tingkat tertinggi. Ia menjalani debut di UFC pada November 2010 dan bertahan menghadapi kompetisi yang terus berubah selama bertahun-tahun.

Meski tidak pernah merebut gelar juara UFC, Barboza tetap menjadi figur yang lekat dalam ingatan penggemar. Penampilannya dikenal karena ritme bertarung agresif serta ancaman serangan berdiri yang dapat mengubah jalannya laga.

Tendangan sebagai Identitas

Kemampuan striking, terutama tendangan kaki, menjadi bagian utama dari identitas Barboza sepanjang kariernya. Senjata itu membuatnya kerap dipandang sebagai lawan berbahaya, termasuk bagi nama-nama besar di berbagai fase persaingan.

Salah satu penampilan paling dikenang terjadi pada UFC 142 pada Januari 2012. Dalam laga tersebut, Barboza mencetak knockout melalui tendangan berputar yang tetap tercatat sebagai salah satu penyelesaian spektakuler dalam sejarah olahraga ini.

Penyelesaian itu memperkuat reputasinya sebagai petarung yang mampu mengakhiri pertandingan secara dramatis. Karakter menyerang tersebut juga membuat banyak pertandingannya menarik perhatian, terlepas dari hasil akhir yang diraih.

Kemenangan atas Nama-Nama Ternama

Selama bersaing di UFC, Barboza mencatat kemenangan atas sejumlah petarung ternama. Daftar lawan yang pernah ditaklukkannya mencakup King Green, Beneil Dariush, Anthony Pettis, Gilbert Melendez, Dan Hooker, dan Shane Burgos.

Deretan kemenangan itu menunjukkan kemampuan Barboza bertahan di tengah persaingan ketat divisinya. Ia tidak hanya membangun rekam jejak melalui hasil pertandingan, tetapi juga lewat gaya bertarung yang konsisten mengundang perhatian.

Kekalahan dari Esteban Ribovics menjadi laga terakhir dalam perjalanan panjang petarung Brasil tersebut. Sarung tangan yang ditinggalkan di tengah oktagon kini menjadi simbol penutup karier salah satu striker paling menonjol yang pernah tampil di UFC.

Baca Juga