
DKI Tebang 163 Pohon Berbahaya untuk Cegah Insiden Tumbang
koranindonesia.id – Pemprov DKI Jakarta meningkatkan pengawasan terhadap pohon kota setelah maraknya kasus pohon tumbang saat hujan dan angin kencang. Pemerintah menilai beberapa pohon memiliki risiko tinggi sehingga perlu tindakan cepat. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan warga dan mengurangi potensi kecelakaan.
“Baca Juga: Kontroversi Ranperda KTR: Pedagang Tolak Aturan Penjualan Rokok“
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Fajar Sauri, menyampaikan bahwa pemerintah menebang 163 pohon berisiko. Ia menjelaskan bahwa pohon-pohon itu berada dalam kondisi sangat berbahaya. Pemerintah tidak ingin menunggu pohon tumbang dan membahayakan warga.
Fajar menjelaskan bahwa keputusan penebangan berdasarkan hasil pemantauan menyeluruh. Tim lapangan menilai kondisi fisik, struktur akar, dan tingkat kemiringan setiap pohon. Pohon yang dianggap tidak aman langsung ditangani.
Selain penebangan pohon berisiko tinggi, pemerintah juga melakukan pemangkasan terhadap ribuan pohon lain. Pemangkasan dilakukan untuk mengurangi beban cabang dan mencegah tumbang saat cuaca buruk.
Fajar menyampaikan data pemangkasan secara detail. Pemerintah melakukan pemangkasan ringan pada 3.566 pohon. Pemangkasan sedang dilakukan pada 2.426 pohon. Sementara itu, 1.618 pohon menjalani pemangkasan berat atau toping.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pohon berbahaya. Pemerintah juga menjaga kondisi pohon lain agar tetap sehat dan aman.
Pemprov DKI Jakarta juga menambah intensitas pemeriksaan kesehatan pohon. Pemerintah memeriksa lebih dari 6.500 pohon yang tersebar di lima kota administratif. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Fajar menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi analisis batang, kondisi akar, dan tanda-tanda penyakit. Pemerintah ingin memastikan setiap pohon tetap kuat menghadapi musim hujan. Pemeriksaan rutin juga membantu tim menentukan pohon mana yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan ruang publik. Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko pohon tumbang. Pemerintah ingin meminimalkan korban dan kerusakan akibat kejadian tersebut.
Fajar menegaskan bahwa langkah ini dilakukan demi keamanan warga Jakarta. Ia meminta masyarakat memahami bahwa pemangkasan dan penebangan bukan tindakan sembarangan. Tindakan itu dilakukan setelah melalui penilaian teknis dan pengawasan ketat.
Pengelolaan pohon kota menjadi prioritas penting bagi Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah terus memantau kondisi ribuan pohon dan melakukan tindakan sesuai kebutuhan. Kombinasi penebangan, pemangkasan, dan pemeriksaan rutin diharapkan dapat menjaga kualitas ruang terbuka hijau sekaligus melindungi warga dari risiko pohon tumbang.
“Baca Juga: Pedagang Seblak di Jaksel Ditodong Parang dan Kehilangan HP“