Zulhas Bilang Kalau Cuma 3 Parpol Tidak Bisa Amandemen Konstitusi

JAKARTA, koranindonesia.id – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan meminta masyarakat untuk tidak menyalahkan Presiden Joko Widodo soal wacana penundaan Pemilu 2024.

Menurutnya, perbincangan tentang penundaan pemilu adalah urusan partai.

“Maka jangan suka nyalahin presiden dong, ini bukan urusan presiden ini. Ini bukan urusan Pak Jokowi, ini bukan saya ngebela lho,” tegasnya saat memberi sambutan kepada seluruh kader PAN se-Indonesia, dalam acara Bimtek PAN, di Hotel Novotel, Jakarta Utara, Minggu (27/3).

Zulhas, sapaan akrabnya, menekankan bahwa penundaan pemilu sepenuhnya bukan urusan Presiden Joko Widodo. Ranahnya, adalah perbincangan antarpartai.

“Nah partai-partai, ada namanya perbincangan, pembicaraan gitu,” sambung Wakil Ketua MPR RI itu.

Zulhas menegaskan bahwa wacana penundaan pemilu hadir dari partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-Maruf. Sejauh ini hanya 3 partai yang menyatakan setuju. Artinya, kata Zulhas, wacana ini sulit diwujudkan.

“Pilpres itu kan ada aturan sendiri, nah bincang-bincang ini yang baru setuju mau, saya, Golkar, dan PKB. Nasdem dan PDI P yang lain enggak bisa, ya enggak bisa dong. Kalau tiga partai saja ya enggak bisa,” katanya.

Disinggung soal adanya upaya mengamandemen UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, untuk kemudian disusupi agenda penundaan pemilu, Zulhas kembali menekankan bahwa hal itu akan sulit diwujudkan.

“Kan harus 3/4 suara MPR.  Kan ada syaratnya. Kalau cuman saya, PKB, Golkar ya enggak cukup,” demikian Zulhas.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.