Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Zidan Yakin Klub Masih Tetap Main di Liga Champion Lawan Chelsea

 

JAKARTA,koranindonesia.id-–Legenda Prancis dan juga pelatih Real Madrid Zinedine Zidane yakin  timnya akan tetap bermain lawan Chelsea di semi-final Liga Champions.

Hal itu diungkap Zidan ketika ditanya bahwa Real Madrid bisa ditendang dari kompetisi Eropa pada musim ini, dengan Los Blancos akan menghadapi Chelsea di semi-final, Zidane berkata: “Kami memiliki hak untuk bermain di Liga Champions.”

“Itu tidak masuk akal dan absurd [bahwa kami mungkin didiskualifikasi]. Tidak, saya tidak memiliki kekhawatiran [tentang wasit]. Kami akan bermain di semi-final, sebagai hak kami”ujar seperti dilansir goal.com

Kubu Real Madrid tampaknya ingin melupakan gonjang-ganjing Liga Super Eropa dan tetap fokus untuk pertandingan berikutnya.

Real Madrid akan kembali beraksi di ajang La Liga pada Sabtu (24/4) besok, ketika mereka menjamu Real Betis di Santiago Bernabeu.

Di pertandingan itu, Zidane tidak bisa menurunkan Toni Kroos, Sergio Ramos, dan Ferland Mendy, namun Luka Modric dan Eden Hazard siap kembali tampil.

Zidane berkomentar tentang kabar terbaru timnya: “Jadi, ada kabar baik dan ada kabar buruk.”

Setelah itu, Real Madris akan menyambut Chelsea untuk leg pertama babak semi-final Liga Champions pada pertengahan pekan depan.

Untuk diketahui dalam beberapa hari terakhir, publik sepakbola dihebohkan dengan rencana pembentukan Liga Super Eropa, kompetisi baru yang disebut-sebut bakal menjadi pesaing untuk Liga Champions.

Real Madrid, yang dipimpin oleh presiden klub Florentino Perez, berperan penting dalam rencana pembentukan Liga Super Eropa. Bersama 11 klub pendiri lainnya, mereka mengumumkan rencana tersebut pada Minggu (18/4).

Namun, rencana itu “kocar-kacir” dalam waktu 48 jam karena Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, Tottenham, Inter Milan, dan Atletico Madrid memutuskan untuk menarik diri dari keikutsertaan dari Liga Super Eropa setelah mendapat protes dari fans masing-masing.

UEFA dan badan pelaksana kompetisi domestik mempertimbangkan kemungkinan sanksi bagi mereka yang dianggap melakukan “pengkhianatan” dengan membentuk kompetisi pesaing.

(red)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.