Banner Pemprov Standar

WP KPK: Kasus Novel Baswedan 2 Tahun Gelap

JAKARTA,koranindonesia.id-Presiden Jokowi meminta persoalan penanganan kasus teror terhadap Novel Baswedan ditanyakan langsung ke tim gabungan penyidikan teror pada Novel.

Permintaan Presiden tersebut langsung ditanggapi Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap yang menyatakan Bahwa Wadah Pegawai KPK sudah berkomunikasi dengan ketua tim tersebut. Lalu kini Wadah KPK bertanya balik ke presiden Jokowi.

“Menanggapi pernyataan Bapak Presiden Jokowi, kami dari WP KPK menyampaikan bahwa pada akhir Maret 2019 kami sudah bertemu dan menanyakan kepada Bapak Kabareskrim selaku ketua Tim Pencari Fakta Kasus Novel mengenai apakah pelakunya ditangkap, dan dijawab belum ditangkap,” ubgkapnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (14/04/2019).

Yudi menjelaskan bahwa tanggapan terkait pernyataan Jokowi yang meminta wadah pegawai KPK untuk bertanya langsung kepada tim gabungan yang dipimpin Kabareskrim Komjen Idham Aziz. Dengan telah dilakukannya pertemuan dengan Idham Aziz, lanjut Yudi, maka apa yang jadi permintaan Jokowi telah dilakukan.

“Apa yang diminta oleh presiden sudah kami lakukan terlebih dahulu sebelum diminta oleh Presiden, untuk itu, kami bertanya ke presiden,” jelasnya.

Yudi mengatakan, dengan belum tertangkapnya pelaku, ini memperkuat argumentasi wadah pegawai KPK bahwa memang diperkukan tim independen di bawah Presiden sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan.

“Apakah suatu kesalahan meminta kepada Presiden kasus tersebut segera diungkap setelah 2 tahun masih gelap. Bukankan Bapak Presiden berjanji akan memperkuat KPK?” tandasnya.

Ditambahkannya Wadah Pegawai KPK salah satu bukti kongkrit janji tersebut adalah tertangkapnya pelaku teror kepada KPK yang menghambat upaya pemberantasan korupsi. Sekaligus bukti adanya penegakan hukum dan perlindungan hukum bagi penegak hukum serta adanya kepastian para pelanggar hukum akan dihukum di negara yang berdasarkan hukum ini.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan penyidik pada Selasa (8/01/2019) lewat Surat Tugas Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Pembentukan tim gabungan ini didasari rekomendasi Komnas HAM untuk Polri terkait kasus Novel yang tak kunjung menemukan titik terang.

Dalam tim tersebut, nama Tito ditulis sebagai penanggung jawab tim dan Wakapolri Komjen Ari Dono sebagai wakil penanggung jawab. Ketua tim adalah Kabareskrim Idham Aziz. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.