Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Wonderful Indonesia Hadir di Pameran Budaya Internasional di Beijing

Beijing,Koranindonesia.id-Jenama “Wonderful Indonesia” hadir di Pameran Budaya Internasional di Beijing, China, pada pada 5-9 September 2020.

“Pandemi tidak menghalangi aktivitas KBRI di Beijing,” kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun kepada ANTARA, Minggu malam.

Beberapa produk unggulan Indonesia yang disuguhkan dalam pameran bertajuk “The 5th Colorful World Beijing International Culture Exhibition” itu, di antaranya sarang burung walet, kopi, makanan dan minuman yang terbuat dari kelapa, dan berbagai jenis makanan dan minuman ringan lainnya.

Busana nasional dan tradisional khas Nusantara, seperti batik dan kebaya, juga diusung oleh para anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Beijing dalam acara yang digelar di kompleks Stadion Olimpiade itu.
Saat roda ekonomi dan kehidupan bergerak ‘new normal’ di Beijing, kami turut promosikan pariwisata dan produk unggulan dari Indonesia,” kata Wakil Duta Besar RI untuk China Dino R Kusnadi.

Pameran tersebut merupakan ajang berkelas internasional pertama yang digelar di Beijing sejak COVID-19 mewabah pada akhir 2019.

Lebih dari 30 perwakilan negara asing yang ada di Beijing turut serta dalam kegiatan tersebut.

Pihak swasta dari berbagai negara juga menambah semarak ajang pameran itu.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya pemerintah China menghidupkan kembali roda perekonomian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Jumlah pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas yang tersedia.

Tiket masuk pun dijual secara daring dengan persyaratan tertentu.
Saat roda ekonomi dan kehidupan bergerak ‘new normal’ di Beijing, kami turut promosikan pariwisata dan produk unggulan dari Indonesia,” kata Wakil Duta Besar RI untuk China Dino R Kusnadi.

Pameran tersebut merupakan ajang berkelas internasional pertama yang digelar di Beijing sejak COVID-19 mewabah pada akhir 2019.

Lebih dari 30 perwakilan negara asing yang ada di Beijing turut serta dalam kegiatan tersebut.

Pihak swasta dari berbagai negara juga menambah semarak ajang pameran itu.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya pemerintah China menghidupkan kembali roda perekonomian dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Jumlah pengunjung dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas yang tersedia.

Tiket masuk pun dijual secara daring dengan persyaratan tertentu.(ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.