Banner sumsel

Waw.. Joko Driyono Diperiksa 21 Jam

JAKARTA,koranindonesia.Id-Plt Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, mengatakan Satgas Antimafia Bola belum usai melakukan penyelidikan terhadap dirinya.

Hal tersebut langsung diungkapkan Joko Driyono usai menjalani pemeriksaan selama 20 jam di Polda Metro Jaya. Dikatakannya dirinya juga akan ada proses lanjutan. Mohon doanya agar ini bisa berjalan dengan baik, terima kasih.

“Masih berlanjut pemeriksaan kepada saya. Mudah-mudahan cepat terselesaikan dan saya bisa fokus bekerja,” ungkapnya kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, Selasa (19/02/2019).

Sementara Chief Executive Officer (CEO) PT Liga Indonesia Baru ini keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 07.15 WIB. Dirinya menjalani pemeriksaan selama 21 jam, sejak pukul 10.00 WIB kemarin.

Joko Driyono mengatakan, penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola bekerja sangat cepat. Ia pun mengapresiasi kinerja satgas, atas pemeriksaan yang berlangsung dari Senin (18/02/2019) kemarin hingga pagi ini.

“Satgas, penyidik, bekerja sangat profesional. Saya mengucapkan terimakasih atas pelayanan, interaksi, dan proses penyidikan yang berlangsung pada hari kemarin, malam hari, hingga hari ini,” terangnya

Saat ditanya wartawan tentang jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik, Jokdri enggan menjawab. Dia memilih meninggalkan wartawan dan memasuki mobilnya. Bahkan setelah masuk ke dalam mobil Joko Driyono langsung menyuruh sopir pribadinya untuk tancap gas.

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka perusakan alat bukti oleh Satgas Antimafia Bola. Ia dinyatakan sebagai otak perusakan, dengan menyuruh tiga orang lain menerobos police line untuk mengambil dan merusak alat bukti.

Satgas Antimafia Bola juga melakukan upaya cegah tangkal (cekal) terhadap Jokdri, panggilan akrab Joko Driyono, agar tidak bepergian ke luar negeri. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, menyatakan pencekalan berlaku selama 20 hari sejak Jumat (15/02/2019) lalu.

Argo menjelaskan, penetapan tersangka terhadap Jokdri dilakukan setelah tim gabungan yang terdiri dari Satgas Antimafia Bola, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya, melakukan penggeledahan di apartemen Jokdri. Unit apartemen yang berada di Tower 9 Taman Rasuna Said, Jakarta Selatan, digeledah pada Kamis (14/02/2019) malam.

Dari penggeledahan tersebut, kepolisian mengamankan sekitar 75 item barang bukti dari apartemen Jokdri. Diantaranya ialah buku tabungan dan kartu kredit, cek, kwitansi, dan uang tunai. Turut disita diantaranya barang elektronik seperti laptop, iPad, tablet, flash disk, dan enam buah ponsel. Selain itu, sejumlah dokumen dan catatan, di antaranya dokumen PSSI, turut disita oleh tim Satgas.

Setelah menggeledah apartemen Jokdri, tim gabungan juga menggeledah ruang kerja Jokdri di kantor PSSI. Dari lokasi tersebut, polisi menyita sembilan item barang bukti, seperti ponsel, kunci kantor, dan sejumlah dokumen. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.