Banner sumsel

Waspadai Microsleep Saat Mudik Bawa Kendaraan

Jelang mudik lebaran banyak sekali masyarakat yang memilih membawa sendiri kendaraan dengan berbagai  pertimbangan tentunya. Salah satunya agar lebih hemat apalagi kalau muatan mobilnya juga banyak seperti jenis minibus. Tentu sangat hemat.

Namun, disisi lain membawa kendaraan sendiri juga berisiko apalagi kalau yang menjadi sopir hanya sendiri.  Salah satu adalah mengantuk.  Mengantuk istilah lainnya microsleep atau tidur kecil.

Microsleep  menurut teori adalah suatu keadaan dimana anda terlelap (ketiduran) untuk waktu sepersekian detik, tanpa disadari. Memang, analogi tidur tuh ya gak sadar. Hanya saja microsleep ini biasa terjadi di tempat yang ‘tidak diinginkan’. Biasanya, disebut micro sleep jika tidur yang tidak sengaja ini terjadi sampai 30 detik. Jika lebih dari itu, namanya udah tidur beneran, dan biasanya di tempat yang diinginkan.

Cerita Microsleep menyerang saat  berkendaraan sudah  banyak menimbulkan korban jiwa. Biasanya, microsleep saat berkendara dimulai ketika kesadaran pengendara mulai menghilang namun orang yang mengalaminya merasa masih sadar dan sanggup berkendara, dan ketika benar-benar dalam keadaan sadar, ternyata kendaraannya ‘sudah siap’ untuk mengalami kecelakaan.

Microsleep seperti dilansir permenkopi.blogspot biasanya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental yang amat sangat, kurang tidur, Micro sleep bisa datang kapan saja, oleh karena itu para pengendara harus waspada mengenai keadaan ini.

Beberapa gejala akan terjadinya micro sleep yang umum terjadi adalah :

Sering melakukan kesalahan. Ketika mengemudi, kecepatan sering tidak teratur, salah mengambil jalur, dll. Kepala sering mengangguk/terkulai, Kelopak mata berat, sebentar-sebentar menutup salah satu atau kedua mata, Sakit kepala, Menguap danPerasaan lelah.

Jika anda mengalami hal-hal diatas, maka anda harus meningkatkan kewaspadaan anda saat berkendara.

Ada beberapa tips untuk menghindari kecelakaan yang disebabkan microsleep.

  1. Ambillah waktu untuk istirahat setelah berkendara selama 3 atau 4 jam. Mungkin daya tahan orang berbeda-beda, ada yang sanggup hingga 6-7 jam. Oleh karena itu, 3 atau 4 jam itu untuk paling minim. Jadi istirahat kalau sudah tak tahan lagi. Jangan berpikir lain, akibatnya bisa patal.
  2. Jika berkendara jauh, usahakan jangan sendirian. Akan lebih bermanfaat jika teman perjalanan anda enak diajak ngobrol, dan dapat memperhatikan keadaan anda. Jadi bisa sebagai ‘alarm’ jika anda mulai terlihat kelelahan. Nah, yang disamping sopir juga harus kreatif bukan malah dia yang molor.
  3. Jangan biarkan pikiran kosong saat berkendara. Putarlah musik, dan bernyanyilah jika anda berkendara sendirian. Mungkin sedikit berteriak tidak akan masalah. Pastikan kaca semua tertutup rapat nanti dikira stress.

Kalo sudah semua dilakukan masih ngantuk juga, ya berhenti ditempat istirahat atau cari penginapan dan lakukan tidur beneran atau macrosleep.Semoga bermanfaat (ard)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.