Warga Prabumulih I Ancam Tutup Akses Jalan PT PPA

MUSI RAWAS, koranindonesia.id – Sejumlah warga Desa Prabumulih I, menuntut hak atas lahan plasma dari PT Pratama Palam Abadi (PPA) yang selalu menjanjikan kepada warga Prabumulih I untuk membangun lahan plasma.

Namun hingga kini, lahan yang dijanjikan oleh PT PPA dinilai, tidak sesuai dengan yang diinginkan masyarakat pemilik plasma.

Sebab, lahan plasma yang  akan dibangun oleh PT PPA di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menurut warga, semestinya adalah lahan plasma di wilayah Kabupaten Musi Rawas (Mura) yaitu di Desa Prabumulih I, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura. Dan sampai saat ini, hanya janji palsu dan pembohongan dari pihak PT PPA, bahkan sampai dengan saat ini belum diketahui kejelasan lokasi lahan plasma tersebut.

Hasil pantauan di lapangan, sejumlah warga Desa Prabumulih I menggelar aksi dengan membentang spanduk bertuliskan, “Kepada pihak yang berwenang tolong kami, dan mohon selesaikan permasalahan kami. Kami sudah muak dengan kebohongan dan janji-janji palsu dari PT PPA”.

Muslim, salah satu perwakilan dari masyarakat Desa Prabumulih I menyampaikan, pada dasarnya, warga hanya menginginkan hak-haknya yang hingga kini belum juga dipenuhi oleh pihak PT PPA yaitu, hasil panen plasma terhitung 1 Januari 2015 sampai dengan saat ini harus diserahkan ke Koperasi Unit Desa (KUD) Prabumulih Karya Sejahtera.

“Kemudian, sesuai dengan MOU bahwa plafon akad kredit ditentukan 48 bulan plus 8 bulan, terhitung dari mulai penanaman pada 2012, bagi yang belum ada plafon akad kredit, segera dilaksanakan akad kredit,” katanya kepada wartawan, Jumat (30/11/2018).

Selain itu ditambahkannya, kekurangan lahan yang belum terdaftar sebagai peserta plasma sesuai dengan berita acara hasil rapat pada 13 september 2017 di Desa Prabumulih I, untuk segera dipenuhi. Dan, untuk relokasi lahan plasma sejumlah 931,57 hektare (ha) harus ditentukan tempatnya.

(FOTO/SAN)

“Sesuai dengan hasil rapat pada 13 september 2017 silam, di Kantor Kepala Desa Prabumulih I pada poin ke 5 berita acara, setiap 6 bulan sekali besaran dana talangan akan dievaluasi,” imbuhnya pula.

Ia juga mengatakan, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan dari PT PPA di mana letak relokasi lahan plasma sejumlah 931,57 ha tersebut, dan pihaknya meminta ditentukan tempatnya segera.

“Apabila pihak perusahaan tidak mengindahkan tuntutan peserta plasma atau warga Desa Prabumulih I ini, kami akan menutup akses jalan menuju perkebunan PT PPA,” sebutnya.

Sementara itu, Arnan warga Desa Prabumulih I lainnya juga menyampaikan, tuntutan kepada perusahaan yaitu permasalahan akad kredit yang belum selesai, untuk segera dilakukan akad kredit, karena sesuai dengan janji PT PPA, bahkan sudah melewati jatuh tempo selama 19 bulan.

”Kami hanya ingin menuntut hak kami. Kami juga tidak akan melakukan tindakan diluar batas, kami menjamin masyarakat Desa Prabumulih I tidak anarkis, dan tetap berada di jalur hukum. Sekali lagi kami hanya ingin menuntut hak-hak kami,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Prabumulih I Masran Jaya mengatakan, selaku Kades dirinya sangat mendukung apa yang dilakukan oleh warganya tersebut. Karena warganya menuntut hak-haknya yang belum ditepati oleh PT PPA.

“Atas tuntutan dari warga ini, saya sangat mendukung. Tapi jangan sampai melakukan perbuatan anarkis dan melanggar perbuatan hukum,” katanya.

Ia juga menyarankan kepada warganya jangan sampai melakukan perbuatan yang dapat merugikan dan berjanji akan mengawal warga untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas, sesuai dengan apa yang diinginkan warga.

(san)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.