Banner sumsel

Warga Pertanyaan Pemasangan APK Paslon Terkesan Asal Pasang

BANYUASIN, koranindonesia.id-Warga Banyuasin mempertanyakan  cara pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang berbentuk baleno pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati peserta pilkada serentak tahun 2018  yang terkesan asal pasang.

Manto (35) warga Banyuasin kepada wartawan mengaku heran, cara petugas pilkada memasang alat peraga kampanye asal pasang, sehingga terlihat amburadul ditambah lagi saat  diterpa angin langsung tumbang karena tidak menggunakan penyangga yang kokoh.

Dikatakan  Manto, seperti terlihat pada baleho yang terdapat di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin ada 5 baleho yang dipasang sembarangan.

“Pemasangan asal pasang saja, hanya memakai batang kayu dari bambu yang ukuran tak lebih dari stik pancing,”katanya heran. Padahal menurut dia, pemasangan ini ada biaya yang sudah dianggarkan oleh KPU.

Dari Informasi yang dihimpun koran ini  masalah APK itu bukan lagi kewenangan KPU, karena sudah melalui proses lelang dan dimenangkan oleh pihak ketiga  dengan total nilai Rp 3.510.435.500,00 dan pemasangannya ditempatkan sesuai zonanya.

Untuk standar pemasangan baleho Paslon seharusnya menggunakan kayu bukan dari bambu yang ukuranya pun tidak standar seperti yang terlihat di depan kantor sekretariat PWI Banyuasin Kelurahan Kayuara Kuning Kecamatan Banyuasin III.

Sementara, Irwan dari KPU kabupaten Banyuasin saat diminta konfirmasinya mengatakan “Ok.. Kg km koordinasi pak.. Zona mano pak”, jawabnya singkat. (wal).

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.