Banner sumsel

Warga Lahat minta Perusahaan Kembalikan Lahan

LAHAT,koranindonesia.id–-Ratusan Warga Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang,  Lahat, Rabu (10/7) menyuarakan agar Pemkab Lahat,  menjalankan hasil pertemuan pada 11 Maret 2019. Dalam pertemuan tersebut Pemda berjanji akan menyelsaikan permasalahan yang dituntut warga.  Pemkab juga berjanji akan memanggil steckholder terkait untuk dimusyawarahkan dengan melibatkan perwakilan warga.
“Namun sampai hari ini hal itu tidak terjadi.  Padahal ada dalam notulensi saat pertemuan.  Sudah tidak terhitung kami kirim surat ke Pemkab Lahat untuk menanyakan hal itu.  Bahkan kami kirimkan somasi namun Tetap tal dihiraukan, “tegas,  Andriansyah,  saat menyampaikan orasi depab Pemkab Lahat.
Sementara,  salah satu tuntutan warga yaknk segera wujudkan reforma agraria di desa pagar batu seluas 180, 36 hektar.  Disampaikan Andriansyah,  bahwa pihak PT Arta Perigel yang bergerak dibidang perkebunan sawit sudah menguasai lahan selama kurang lebih 25 tahun.  Saat ini,  pohon sawit sudah dilakukan replanting atau penanaman kembali yang bebrati pohon sawit sudah berumur 25 tahun.
“Mengacu pada UU agraria no.5 tahun 1960 batas HGU adalah 25-35 tahun. Artinya PT Arta Perigel sudah habis HGU nya.  Dan kami masyarkat tidak akan memberikan izin untuk diperpanjang, “tegas Gerakan Tani Sumsel,  Dede Chaniago. (Sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.