Banner sumsel

Warga Gruduk Kantor Kejari Banyuasin Tanyakan Sapi Bantuan

BANYUASIN,koranindonesia.id- Sedikitnya ada belasan warga yang tergabung dalam Front Activi’s Biru gruduk kantor Kejaksaan Negeri Banyuasin. Meminta kepada Kajari dan jajaran  untuk segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan bantuan ternak 9 ekor Sapi lokal dari CSR PT. Pertamina dan PT. Medco E&P pada 31 Januari 2018 yang dikandangkan dilokasi kebun milik Bupati Banyuasin.

Para pendemo datang sebagian mengenakan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat itu mendapat pengawalan dari Sat Polres Banyuasin dan Sat Pol PP Pemkab Banyuasin Kamis (12/04/2018).

Kedatangan Front Activi’s Biru di Kejari yang dikoordinatori oleh Heryadi dan Davit Satria itu membawa  empat tuntutan mereka meminta Kajari segera turun ke lokasi melakukan cross check ke lapangan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan kebijakan yang berunsur untuk memperkaya diri sendiri. Tuntutan lainya, mereka juga mendesak agar Kejari dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu terkait CSR dari PT. Pertamina dan PT Medco yang diduga  diambil alih oleh Bupati Banyuasin.Oleh mereka, Bupati Banyuasin juga diminta segera memberikan penjelasan atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan kebijakan yang terkait CSR dari dua perusahaan itu.

Yang terakhir massa mendesak Kejari Banyuasin untuk bertindak secara tegas dalam menegakkan supremasi hukum dengan setegas-tegasnya.

Massa aksi di Kejari Banyuasin diterima dan disambut baik oleh Kasi Pidum A. Kurniawan dan staf Kejari lainya. Kurniawan mengatakan ke-4 tuntutan mereka akan kami agendakan dan akan kami sampaikan pada bapak Kajari.

Dikatakan Kurniawan, saat ini bapak Kajari tidak ada ditempat termasuk bapak Kasi Intel sedang izin dinas luar dan seyogianya mereka (pendemo,red) bisa langsung ditemui beliau, katanya mengakhiri sambutannya.

Usai dari Kejari, massa front biru melanjutkan aksinya menuju ke Kantor Bupati Banyuasin.

Sementara, Bupati Banyuasin melalui Kadiskominfo Pemkab Banyuasin Erwin Ibrahim membantah tuduhan tersebut . Menurut Erwin bantuan CSR berupa 1 (satu) unit bangunan fasilitas kandang sapi dan ternak sapi sebanyak 9 (sembilan) ekor dari SKK-Migas dan PT. Medco tersebut dibangun di atas tanah milik Pemda Kabupaten Banyuasin seluas 45.160 M2 yang tercatat pada Simda Barang Disnakertrans kab. Banyuasin, pengadaan tahun 2007, peruntukannya utk Balai Latihan Kerja (BLK).

Ditambahkan Erwin bantuan fasilitas kandang sapi dan ternak sapi CSR tersebut diterima oleh bapak Ir. S.A. Supriono, MM selaku Bupati Banyuasin mewakili Pemda Banyuasin dari Lembaga/Perusahaan pemberi bantuan CSR, dan selanjutnya bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Banyuasin kepada Kelompok Tani Karya Tani desa Muara Sugih Kec. Tanjung Lago dan diterima oleh Asnawi selaku Ketua Kelompok Tani Karya Tani untuk dipelihara dan dikembangbiakkan lebih lanjut guna kemaslahatan seluruh anggota kelompok tani dan masyarakat desa Muara Sugih, Tanjung Lago.

” Jadi tidak ada sapi bantuan tersebut ditarik dan diletakkan ke tanah pribadi pak Bupati Supriono. ini fitnah dan pencemaran nama baik pak Supriono selaku Bupati Banyuasin”, jawabnya.(wal)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.