Warga Desa Muara Lawai Desak Pemerintah Bongkar Mafia Tanah

LAHAT,koranindonesia.id –Puluhan warga Desa Muara Lawai  yang dikomandoi Ustadz Kanda Budi Setiawan S PdI SH menggelar demo di depan kantor Bupati Lahat. Mereka mendesak pemerintah untuk membongkar Mafia Tanah, serta menyelesaikan masalah tapal batas Desa Muara Lawai dengan Desa Gedung Agung, Tanjung Jambu, Prabu Menang, dan Sirah Pulau, Senin (04/06/2018).

Menurut salah satu warga yang tidak mau  nama ditulis dalam pemberitaan ini, keberadaan mafia tanah sangat merugikan warga karena banyak pembuatan  surat tanah  yang tidak bersesuaian. Ia mencontohkan tanahnya terletak di Desa Muara Lawai tapi pembuatan surat menyuratnya di pemerintahan desa tetangga.

“Disana terdapat 4 tambang batu bara,yaitu PT Bukit Asam, PT Budi Gema Gempita (BGG), PT Banjarsari Pribumi (BP) dan Golden Great Borneo (GGB),jadi kami yang memiliki wilayah dianggap tidak ada,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Muara Lawai mengatakan tujuan mereka mendatangi Pemkab Lahat untuk meredam emosi warga, karena dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

“Kami minta konflik agraria secepatnya diselesaikan, sebelum  terjadi gejolak,” ungkapnya.

Bupati Lahat, H. Marwan Mansyur, SH, MM didampingi Ketua DPRD Kabupaten Lahat, anggota DPRD  Dapil Merapi, Kepala Dinas BPMDes, Kapolsek Merapi Area mengatakan penetapan batas Desa Muara Lawai, tidak bisa dilakukan serta merta.

“Tahun 1999 sudah ada berita acara penetapan tetapi hingga sekarang belum dibakukan tapal batasan tersebut. Nah, di sinilah tugas kami yang akan kita nawaitukan bersama untuk segera ditindak lanjuti. kita akan bentuk tim yang akan turun langsung ke lapangan, “ujar Marwan Mansyur. (nur)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.