Warga Amankan Buaya Senyulong Tiga Meter  

MUSIRAWAS, koranindonesia.id–Seekor buaya muara jenis sepit atau Senyulong  (Tomistomaschlegelli) yang panjangnya sekitar tiga meter ditangkap warga setelah   masuk kedalam kolam milik Apriyono warga Desa Trikarya, Kecamatan Purwodadi,  Kabupaten Musi Rawas (Mura) Senin (26/3) dinihari sekira pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun penangkapan buaya seberat  70 kg  itu bermula saat ikan dikolam milik Apriyono habis dimakan.buaya tersebut. Karena sudah berulang-ulang Apriyono pun  akhirnya membuat jerat agar buaya yang sering menggangu kolamnya bisa ditangkap. Namun sayangnya selalu lepas. Senin dinihari Apriyono dikejutkan oleh suara grasak-grusuk di dalam kolam miliknya. Merasa heran Apriyono pun keluar dan  langsung meninjau kolam menggunakan senter. Rupanya suara tersebut berasal dari buaya yang sudah lama diincarnya . Seketika itu Apriyono memanggil tetangga lainnya untuk sama-sama menangkapnya menggunakan tali tambang.

“Kami berlima nangkapnya, setelah kami ikat kami bawa ke desa dan kami antar Ke Polsek,” kata Apriyono.

Apriyono mengatakan jika buaya ini sudah meresahkan warga dan kerap mengganggu kolam ikan milik warga lainnya yang nyaris gagal panen.

“Itulah sebabnya kita tangkap dan kita antar ke Polsek ini. Dengan harapan supaya bisa dipindahkan dan tidak menggangu kolam kami lagi,” ucapnya.

Kapoksek Purwodadi Iptu Suarman membenarkan bila piket SPKT polsek Purwodadi telah menerima penyerahan buaya dari seorang warga bernama Paimin dan Apriyono asal Desa Trikarya.

“Buaya itu jenisnya Senyulong dengan panjang 3 meter, dengan berat 70 kg serta jenis kelamin laki-laki. Buaya itu ditangkap karena memakan ikan milik Apriyono,” katanya.

Buaya muara ini di duga berasal dari  Sungai Katupak yang tak jauh dari kolam Apriyono. Menurutnya sungai  merupakan habitat dua buaya yakni buaya Senyulong (cucu) dan Buaya Kodok.

“Itu memang habitat buaya. Dulu pada tahun 2015 buaya itu pernah bersinggungan dengan warga, bahkan cerita mereka ada yang pernah digigit oleh buaya, tapi tidak sampai ada korban jiwa,” ucapnya.

Buaya itu kini sudah diserahkan kepada dinas kehutanan  seksi 2 Wilayah Lahat, (BKSDA) atas nama penerima Rusmin dan buanya rencananya akan ditempatkan di penangkaran.

“Untuk itu kita mengimbau kepada masyarakat agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai  itu untuk hati-hati. Jangan mengganggu habitat mereka,” ujarnya. (San)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.