Banner pemprov juni

Wanita Cantik di Palembang Diduga Tipu Calon Bintara

PALEMBANG, koranindonesia.id – Seorang wanita cantik yakni Amelia (23) warga Kelurahan Kenten, Kecamatan Kalidoni, Palembang diamankan di Polrestabes Palembang.

Dia diduga terlibat aksi penipuan dengan modus bisa meloloskan tes masuk polri. Korbannya Ida Ratnawati yang mengalami kerugian hingga Rp590 juta.

Berdasarkan data dihimpun, peristiwa penipuan itu terjadi di Jalan Majapahit III, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Minggu (8/10/2021) sekitar pukul 16.00.

Berawal ketika anak korban bernama Diki Candra Andi Wijaya tahun 2020 sedang mengikuti tes bintara kepolisian. Kemudian,
saksi Nurli dan saksi Novi memperkenalkan
kepada terduga tersangka RW yang masih belum tertangkap.

Dimana menurut keterangan dari saksi Novi, RW bisa membantu anak Ida diterima sebagai anggota polri. Dari sinilah, RW menyanggupi untuk menolong anak korban dengan syarat ada uang Rp590 juta.

Agar terlihat meyakinkan, RW membuat surat perjanjian di salah satu notaris. Namun, surat tersebut dipalsukan oleh tersanga Amelia.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi ketika dikonfirmasi membenarkan unit Pidsus dan Ranmor sudah mengamankan seorang perempuan terduga kasus penipuan dan penggelapan.

“Benar telah diamankan, dan kini sedang diperiksa lebih lanjut dan didalami. Perbuatannya ini bisa diterapkan Pasal 372 KUHP Jo 378 KUHP,” ujar Kompol Tri Wahyudi diruang kerjanya, Rabu (18/5/2022).

Lanjutnya, dalam perkara ini juga diamankan barang bukti (BB) satu buah Iphone, satu buah Perjanjian piutang, satu buah lembar surat pernyataan, satu buah lembar Surat Penitipan Uang, satu lembar surat perjanjian pengembalian dana, satu buah buku Notaris, foto korban menyerahkan uang kepada terlapor RW.

“Saat ini anggota sedang di lapangan untuk mencari keberadaan pelaku yang masih buron, cepat atau lambat akan kita tangkap,” tegasnya.

Sementara, Amelia saat wawancara langsung mengakui perbuatannya ikut melakukan penipuan ini. “Saya dijebak kawan, kawan saya yang menerima uang dari korban, setau saya Rp300 – Rp400 juta. Setelah itu tidak tau dikirim korban lagi tapi saya tidak tahu,” katanya.

Amelia menambahkan, dari pengakuan tersangka Amelia, RW bisa meloloskan calon tes polisi dikarenakan keluarganya bisa menolong.

“Yang menerima uang dari korban itu teman saya, di transfer langsung ke dia. Saya hanya diberi uang Rp 10 juta dan itupun saya belikan jam sama handphone. Sisanya saya kembalikan lagi sama dia, hp harganya Rp 2,7 juta dan jam 2,5 juta sisanya uang saya kembalikan sama dia,” jelas perempuan yang bekerja di kantor notaris ini.

Lanjutnya, bahwa baru pertama kali melakukan ini dan temannya itu kerja di kontraktor tetapi sudah tutup PT nya. “Menyesal pak,” akunya yang sudah 5 tahun bekerja di kantor notaris. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.