Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Wamendes Optimis Angka Stunting Turun 2,7 Persen per Tahun

Jakarta,koranindonesia.id-zAngka kekerdilan atau stunting secara nasional saat ini sudah mencapai 27 persen. Untuk mempercepat langkah penanggulangannya, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi mengadakan pertemuan dengan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo.
Dalam pertemuan ini, Wamen Budi Arie dan Kepala BKKBN Hasto menargetkan agar angka stunting bisa turun hingga 2,7 persen setiap tahun.
“Kita menargetkan pada 2024 angka stunting secara nasional menjadi 14 persen, dalam waktu 3,5 tahun ini kami menargetkan pertahun angka stunting bisa turun 2,7 persen,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (1/2/2021).
Hasto menjelaskan, besarnya angka stunting masih didominasi oleh masyarakat di desa-desa. oleh karena itu, dibutuhkan sinergitas dengan Kemendes PDTT dan sejumlah para pemangku kepentingan atau stakeholder lainnya yang memiliki program di Desa.
“Karena banyaknya stunting di desa. Tentu saja, sinergitas dan kolaborasi dengan Kemendes PDTT itu sangat penting,” kata Hasto.
BKKBN sendiri, lanjut Hasto akan memprioritaskan penurunan angka stunting hingga mencapai target 14 persen di tahun 2024. Oleh karena itu, Untuk di desa yang memiliki angka stunting tertinggi dari pada di kota diperlukan adanya Bidan, PKK dan penyuluh KB.
“Untuk masalah stunting ini, salah satu sumber terjadinya stunting adalah karena jarak kelahiran dengan kehamilan berikutnya berdekatan dan kelahiran bayi yang belum waktunya atau prematur. oleh karena itu, kami akan melakukan pengawalan terhadap ibu hamil atau yang akan melahirkan agar mendapatkan asupan gizi yang baik karena kami berharap kehamilan itu dalam kondisi bagus,” sebut Hasto.
Sementara itu, Wamendes Budi Arie mengatakan, pihaknya telah turut memprioritaskan percepatan penanganan stunting dengan mengarahkan kebijakan penggunaan dana desa untuk pencegahan stunting.
“Dalam percepatan penanganan stunting ini harus dikeroyok bersama-sama dengan melibatkan pemerintah daerah. Saya optimis, dengan sinergitas dan kolaborasi antar kementerian dan lembaga dengan turut melibatkan pemerintah daerah dapat mengatasi permasalahan stunting di Indonesia utamanya di desa sehingga target 14 persen angka stunting secara nasional bisa tercapai di tahun 2024,” kata Budi.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.