Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Waka MPR RI Asal Dapil Kota Bogor Ini Minta Harga Vaksin Covid-19 Murah

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua MPR RI, Syarifuddin Hasan, menilai pemerintah sejak awal sudah gamang dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Sebenarnya yang menjadi persoalan sejak awal pandemi covid-19 ini ditengarai masuk ke Indonesia, pemerintah tidak terlalu merespon dengan cepat,” kata Syarif Hasan, sapaan akrabnya, saat menjadi nara sumber secara visrtual diskusi Pilar MPR RI “Harapan dan Optimisme Vaksin Covid-19 Untuk keselamatan Rakyat,” di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Sehingga, lanjut legislator asal Daerah Pemilihan Dapil Kota Bogor dan Cinjur ini, boleh dikatakan pada saat itu terlalu percaya diri. “Kami sudah pernah mengingatkan bahwa Pandmi Covid-19 ini sebenarnya sudah ada di Indonesia tetapi pada saat itu belum ditanggapi dengan bagus,” katanya.

Ternyata pada akhirnya Covid-19 ini merebak. Diawali dengan di temukannya kasus positif Covid di Jakarta Selatan di daerah Kemang dan seterusnya. “Kini sudah tembus di angka 500.000 korban positif covid-19. Tentunya ini sangat memprihatinkan kita, karena akibat dari pada Covid, banyak yang terinfeksi covid 19.

“Kita juga mengalami masalah yang cukup serius yaitu terjadinya kontraksi ekonomi. Kita masuk ke posisi resesi ekonomi. Pertumbuhan kontraksi kwartral ketiga kita kemarin minus 5,3% dan sekarang masih minus 3 %. Saya prediksikan dikuartal keempat ini kemungkinan juga masih minus sekalipun lebih mengecil dan harapannya agak mengecil,” paparnya.
Belum usai masalah tersebut, kini masyarakat sekarang sedang menantikan vaksin yang akan di ujicoba di Bandung dan pimpinan MPR kemarin sudah pernah ke sana.

“Sebenarnya pada saat melakukan peninjauan, itu sudah kompirmasi bahwa vaksin ini Insyaa Allah akan bisa disalurkan ke masyarakat dipergunakan untuk masyarakat itu pada bulan Januari,” terang Syarif.

Namun saat ini terdengar lagi beberapa komentar yang mengatakan Januari mungkin agak sedikit. Tetapi apapun yang terjadi kita berharap dan kita berdua semuanya semoga ini bisa cepat clier dan langsung dipergunakan untuk rakyat .
Bagaimanapun juga ada 270 juta rakyat Indonesia yang menantikan ini dan tentunya ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk betul-betul bagaimana agar bisa dikonsumsi oleh rakyat.

“Yang paling penting adalah adalah vaksin ini harganya juga terjangkau jangan memperhitungkan masalah profit dan loss di situ, ini harus ada subsidi dari pemerintah,” pintanya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.