Banner sumsel

Wagub Sumsel Tunda Kenaikan TPP 100 Persen

PALEMBANG,koranindonesia.Id-Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk menaikkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar 100 persen yang digulirkan kepemimpinan Alex Noerdin terpaksa ditunda. Program tersebut dianggap terlalu berlebihan sehingga bukan menjadi prioritas.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur, Mawardi Yahya saat ditemui, Jumat (5/10/2018). Menurut dia, beberapa hari dilantik, dirinya telah memanggil beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melihat evaluasi kerja, salah satunya keuangan Pemprov Sumsel, yakni adanya hutang Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap kabupaten/kota.

“Baru beberapa hari saya menjabat sudah banyak yang menelpon menagih hutang DBH seperti Palembang, Prabumulih, OKI dan beberapa daerah lainnya,” ungkap Mawardi.

Dia mengaku dengan banyaknya utang ini maka perlu evaluasi keuangan daerah Pemprov Sumsel. Salah satu upaya yaitu dengan menunda setiap program yang bukan prioritas seperti kenaikan TPP 100 persen. Sebab, kenaikan ini tidak prioritas dan banyak hal lainnya yang menjadi prioritas seperti pembayaran listrik, dan anggaran lain

“Kalau kita lebih baru ngasih orang. Tapi kita saja ada utang,” ujarnya.

Selain menunda kenaikan TPP, kata Mawardi, masih akan dikaji lagi apa saja yang bukan prioritas. Meskipun begitu, untuk masa kepemimpinannya pertama ini akan memprioritaskan infrastruktur jalan di daerah-daerah.

“Kami akan terus melakukan evaluasi seiring berjalannya pemerintahan saat ini,” tukasnya.(ram)

1 Komen
  1. M Husni Thamrin berkata

    Sementara kini sudah masuk minggu kedua menuju minggu ketiga bulan november para PNS dan ASN belum juga terima pembayaran TPP pemberian TPP merupakan tindaklanjut penelitian KPK terkait hutang dbh dampak regulasi pusat daerah harusnya sebagai pemimpin lebih bijak jika ada penyimpangan terhadap dbh sikat pemberian tpp bukan penyimpangan itu reward pns trims

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.