Banner sumsel

Waduh, Ini Arti Jancuk yang Diberikan Kepada Jokowi Menurut Kamus UGM

JAKARTA,koranindonesia.Id- Master of Ceremony (MC) dalam acara kampanye Jokowi di Surabaya, Sabtu (2/2/19) lalu dengan lantang berteriak,“Kalau sudah Cak-nya, maka ndak komplet kalau tidak ada Jancuk-nya. Maka Jokowi adalah Jancuk. Apa itu Jancuk? Jantan, cakap ulet, dan komitmen, Saudara-saudara”.

Tak ayal, teriakan “Jokowi Jancuk” pun langsung menggema, seakan mengamini kata-kata si MC.

Jancuk kata itu memiliki persamaannya sendiri, yaitu; Jancok, Diancuk, Diancok, Cuk, dan Cok. Kata Jancuk sendiri memang tidak ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Akan tetapi, bila mengacu pada kamus daring Universitas Gadjah Mada, kata Jancuk bermakna; sialan, keparat, brengsek (ungkapan berupa perkataan umpatan untuk mengekspresikan kekecewaan atau bisa juga digunakan untuk mengungkapkan ekspresi keheranan atas suatu hal yang luar biasa).

Bahkan berbeda arti lagi jika kata Jancuk ditambah dengan akhiran “an” (Jancukan), yang artinya bersetubuh.

Terkait ‘Cak Jancuk’ yang disematkan kepada Presiden Jokowi, ternyata ada pro dan kontra. Ada yang menyebut kata itu bermakna kesetaraan Jokowi dengan rakyat. Ada juga yang berpendapat jika ‘jancuk’ tidak pantas disematkan pada orang nomor satu di negeri ini.

Seperti disampaikan pengamat bahasa dan budaya Henri Nurcahyo. Ia menyayangkan julukan Cak Janjuk diberikan kepada Presiden Jokowi, ia pun menganggap itu keterlaluan.

“Cak iku wis benar. Tapi nek jancuk iku kenemenen rek (Cak itu sudah benar. Tapi kalau jancuk itu keterlaluan),” kata Henry.

“Kalau menurutku nggak layak lah. Buat guyonan sesama konco nggak masalah. Tapi iki presiden mosok dijancuk-jancukno,” katanya.

Panitia penyelenggara, mengaku kaget dan menyayangkan kata ‘jancuk’ keluar dalam deklarasi tersebut. Karena kata itu terlanjur dikenal kebanyakan orang sebagai kata yang memiliki kesan negatif.

“Kami hanya memberikan sebutan ‘Cak’ saja bagi Pak Jokowi kemarin. Itu saja titik,” kata Sekretaris Deklarasi Alumni Jawa Timur, Teguh Prihandoko.

Panitia juga menyayangkan sikap Galajapo (MC) dalam acara yang menambahkan kata ‘Jancuk’ meski yang dimaksudkan merupakan singkatan dari sifat-sifat baik yang dimiliki Jokowi.

‘Cak Jancuk’ yang disematkan kepada Presiden Jokowi pun menjadi perhatian warganet. Di media sosial Twitter banyak yang mempertanyakan, heran, bahkan prihatin dengan pemberian “gelar” Cak Jancuk kepada Presiden RI Jokowi.

Saya orang jawa timur, dan pernh tinggl di sby.. Tp klo pak Jokowi sebagai presiden di sapa cak janjuk, rasanya kurang pas..,” kata pemilik akun @xosetiyono.

Bahkan, jurnalis Reuters, Ahmad Pathoni melalui akun Twitter merasa terkejut dengan sebutan ‘Cak Jancuk’ yang diberikan kepada Jokowi.

What? They call our president “Brother F**k”?” tulis Ahmad Pathoni.

Netizen lain, @haidar_arsyad ikut mengomentari ramainya sebutan ‘Cak Jancuk’ untuk Jokowi. Menurutnya, bagaimana jika yang memanggil Jokowi ‘Cak Jancuk’ adalah pihak oposisi.

Kalo aja yg ngomong jancuk ke presiden itu oposisi #cakjancuk,” tulisnya.(Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.