
Viral Video Dokter Pukul Pasien di Ruang Pemeriksaan
koranindonesia.id – Sebuah video kekerasan di ruang pemeriksaan rumah sakit menyebar luas di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan seorang dokter memukuli pasien secara berulang.
Insiden ini langsung memicu kemarahan publik dan sorotan media.
Peristiwa itu terjadi di Indira Gandhi Medical College.
Lokasinya berada di Shimla, India bagian utara.
Rekaman memperlihatkan pasien mencoba melindungi diri dari pukulan.
“Baca Juga: Polda Sumbar Salurkan Ratusan Ribu Porsi untuk Korban Bencana“
Dokter residen senior bernama Raghav Narula terlibat dalam insiden tersebut.
Korban bernama Arjun Panwar berusia 36 tahun.
Insiden terjadi pada Senin, 22 Desember 2025.
Panwar datang ke rumah sakit karena kesulitan bernapas.
Ia menjalani pemeriksaan dan kemudian beristirahat di bangsal paru-paru.
Saat itu, kondisi Panwar masih lemah dan berbaring di tempat tidur.
Menurut pengakuan Panwar, dokter berbicara dengan nada kasar.
Dokter menggunakan sapaan “tu” yang dianggap tidak sopan dalam budaya setempat.
Panwar merasa tidak nyaman dengan cara bicara tersebut.
Karena itu, Panwar meminta dokter berbicara dengan lebih hormat.
Permintaan tersebut justru memicu adu argumen.
Situasi kemudian berubah menjadi kekerasan fisik.
Panwar menyatakan dokter mulai memukulnya tanpa peringatan.
Ia mencoba melindungi wajah dan tubuhnya dari serangan.
Seorang petugas merekam kejadian tersebut dari dekat.
Video yang beredar memperlihatkan dokter memukul pasien berulang kali.
Pasien terlihat tidak melakukan perlawanan.
Ia hanya berusaha menutupi kepala dan badan.
Rekaman tersebut menyebar cepat di berbagai platform media sosial.
Banyak warganet mengecam tindakan dokter tersebut.
Publik menuntut tindakan tegas dari pihak rumah sakit.
Setelah kejadian itu, Panwar melaporkan insiden tersebut ke polisi.
Ia menuduh dokter melakukan penyerangan fisik.
Laporan tersebut kini ditangani oleh pihak berwenang setempat.
Manajemen rumah sakit langsung mengambil langkah awal.
Pihak rumah sakit menskors Dr. Raghav Narula dari tugas medis.
Keputusan ini bertujuan menjaga kepercayaan publik.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya etika profesi medis.
Dokter memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien.
Sikap hormat menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan.
Insiden di Shimla ini memicu diskusi luas di masyarakat.
Publik menuntut lingkungan rumah sakit yang aman dan manusiawi.
Kasus ini masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan dari kepolisian.
“Baca Juga: BNPB Ungkap Hujan Ekstrem Bireuen Picu Banjir Besar“