Banner sumsel

Utamakan Diversi Anak Pelaku Kejahatan

LAHAT,  koranindonesia.id  – Penyalahgunaan narkoba tidak mengenal usia. Bahkan, bandar narkoba tak segan melibatkan anak sebagai pemakai, kurir maupun pengedar.

Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas II Lahat Yekti Apriyanti mengungkapkan, bahwa pihaknya, dalam memberikan rekomendasi harus melihat latar belakang terlebih dahulu. Sepeti lingkungan, sekolah dan lainnya. Lantaran anak- anak juga merupakan korban dan masa depannya harus diperhatikan.

“Sebelum jaksa memberikan tuntutan, akan ada sidang TPP (Tim Pengamat Pemasyarakatan) terlebih dahulu. Untuk memberikan rekomendasi tuntutan seperti apa bagi anak pelaku kejahatan tersebut. Polisi juga harus melaporkannya ke Bapas, bila ada anak menjadi pelaku kejahatan,” katanya, Senin (1/10/2018).

Upaya rekomendasi bagi anak yang terbaik ialah diversi. Yakni penyelesaian perkara pidana di luar peradilan pidana. Akan tetapi, melihat pula ancaman hukumannya terlebih dahulu, yaitu tidak diatas 7 tahun. Selain itu, pemerintah dan keluarga juga benar- benar memperhatikan anak tersebut bila diversi dilaksanakan.

Rekomendasi lainnya, bila tidak bisa diversi, ialah penjara bersyarat seperti ditahan di LP Anak.

“LP Anak di Palembang saat ini sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, serta adanya program pembinaan keahlian dan lainnya. Sehingga anak tetap bisa bersekolah dan memiliki keahlian saat menjalani hukuman penjara,” ungkapnya lagi.

Namun begitu pihak Bapas hanya memberikan rekomendasi, sementara untuk putusan tetap ada di pengadilan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lahat Jaka Suprana didampingi Kasi Pidum Variska AK  mengungkapkan, bahwa hukuman ke anak- anak memang lebih diprioritaskan pada pembinaan.

Selain itu dalam memberikan tuntutan jaksa juga harus teliti melihat kasus tersebut. “Seperti kasus narkoba, bisa jadi anak tersebut hanya dijadikan pesuruh oleh bandar, dalam modus operandinya,” ungkap Jaka.

Dari data yang ada di kejaksaan hingga September 2018 tercatat, ada 14 kasus yang melibatkan anak-anak sebagai pelalu kejahatan. Lima diantaranya terlibat dalam kasus narkoba.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.