Banner sumsel

Usung Gaya Kolonial Dipadu Mataraman, TPS Ini Terlihat Unik

SOLO, koranindonesia.id – Ada yang unik dengan TPS 25 yang terletak di Kampung Joho RT 07/10, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo saat penyelenggaraan Pemilu 2019 yang digelar Rabu (17/4/2019).

Petugas KPPS di kawasan itu mengenakan kostum Kolonial Belanda dan busana adat Jawa saat menyambut DPT yang ingin menyalurkan hak pilihnya.

Sebelum memulai proses pemungutan suara, seluruh KPPS mengikuti upacara pora dengan membawa sebuah pedang tiruan. Ketua RT, tokoh kampung, dan warga memasuki TPS dengan melewati petugas yang membawa pedang.

Diteruskan, dengan warga serta anak-anak di Kampung Joho yang berkeliling kampung dengan memukul kentongan sambil mengajak seluruh warga untuk segera menyiapkan diri menuju TPS. Setelah itu, warga bergegas kembali ke TPS untuk upacara tumpengan dan berdoa mendoakan seluruh kegiatan berjalan lancar.

(FOTO/ALI)

Berbagai hidangan tradisional pun dihidangkan untuk seluruh warga. Berbagai dekorasi seperti ajakan mencoblos dan memerangi berita hoaks menghiasi seluruh sudut TPS. Warga setelah menggunakan hak suaranya, mendapat minuman jamu tradisional secara gratis.

Saat proses pemungutan suara telah berlangsung, kawasan Kampung Joho bebas dari kendaraan. Jalan-jalan di Kampung Joho disulap menjadi ruang bermain anak. Anak-anak kampung lantas bermain permainan tradisional seperti egrang dan bakiak.

Ketua KPPS TPS 025, Ipung mengatakan, TPS dikonsep masa lampau zaman Kolonial Belanda dan Kerajaan Mataram. “Tujuannya agar warga dapat tertarik menggunakan hak suaranya dan tingkat partisipasi warga dapat meningkat. Kalau hanya biasa saja kurang menarik, warga dan anak-anak supaya tahu bagaimana perjuangan zaman dahulu, dan saat ini yang sama-sama berjuang,” jelas Ipung.

Dikatakannya, Kampung Joho yang dikenal ramah anak dan lansia sehingga ruang bermain anak, ruang terbuka juga menjadi prioritasnya agar anak-anak tidak hanya bermain gadget. Ia meyakini dengan menggunakan konsep yang unik tingkat partisipasi masyarakat dapat mencapai lebih dari 80% dari 246 total DPT.

Sementara itu, salah seorang warga, Suyanti (27) mengaku senang dengan konsep TPS yang diusung tersebut.“Senang, bisa nyoblos disini. Suasanya beda, jika dibandingkan dengan TPS lainnya,” katanya.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.