Banner sumsel

Usulkan Raperda Inisiatif, DPRD Minta Guru Ngaji Digaji

PALEMBANG,koranindonesia.id-Untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji di Palembang, DPRD Palembang menilai perlu diberi insensif sebagaimana yang tertuang dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Taman Pendidikan Alquran (TPA) usul inisiatif dewan.

Usul Raperda inisiatif ini diinisiasi oleh tiga fraksi di DPRD Kota Palembang yakni PDI Perjuangan, PKB dan PBB.

Rencananya gaji guru ngaji ini akan diberikan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu tiap bulannya yang akan dibayarkan melalui Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Inisiator Raperda Inisiatif TPA,  Ade Victor mengatakan,  selama ini guru ngaji di Palembang kurang mendapatkan perhatian,  sehingga pihaknya membuat Raperda inisiatif mengenai TPA.

“Kita apresiasi guru guru ngaji yang mengajarkan alquran dengan memberikan gaji, ” kata Ade politisi dari PBB.

Oleh karena itulah pihaknya berinisiatif membuat Raperda TPA sehingga ada payung hukum untuk memberikan perhatian terhadap guru ngaji di Palembang. Menurutnya, banyak guru guru ngaji di Palembang hidup hanya pas-pasan hanya berharap kepada biaya yang dikeluarkan oleh santri dan santriwati yang ikut mengaji.

Penghasilan dari situ saja masih kecil,  karena tak ada ketentuan pembayaran yang baku dilakukan oleh murid murid ngaji. “Anak anak kita ngaji kadang bayar seribu sehari ada 20 ribu per bulan,  kondisi ini kan sangat tidak layak”,  katanya.

Sedangkan penghasilan itu terkadang tidak hanya dinikmati oleh satu guru ngaji saja melainkan dibagi dengan beberapa guru ngaji lainnya.  Belum lagi kata dia,  kebutuhan iqro Alquran serta alat tulis yang disiapkan oleh para guru ngaji ini.

Inisiator lainnya,  Ali Sya’ban mengatakan,  adanya Raperda inisiatif tentang TPA ini sangat membantu keberadaan dari guru ngaji yang ada di Kota Palembang.Apalagi rancangan ini sesuai dengan visi misi Walikota Palembang yakni Palembang Emas Darussalam. Oleh karena itu pihaknya memerlukan dukungan dari Pemkot Palembang.

“Kami akan memanggil guru ngaji untuk meminta masukan terhadap Raperda yang kami susun,” kata politisi PDI Perjuangan.

Menurut dia,  pihaknya juga akan mendata berapa guru ngaji yang ada di Palembang untuk bisa menentukan berapa  besaran gaji yang akan mereka dapatkan.

“Gaji kami rencanakan melalui APBD melalui kas Dinas Pendidikan, untuk memberikan gaji kepada guru guru ngaji,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PKB Firmansyah Hadi mengatakan, beberapa kota lain di Indonesia sudah menerapkan pemberian gaji terhadap guru ngaji. Padahal secara APBD beberapa kota tadi pendapatannya masih di bawah Kota Palembang.

“Kami menilai Palembang mampu memberikan gaji kepada guru ngaji,  karena sudah ada di Kota lain sudah menerapkan.

Pengajuan Raperda ini berdasarkan, Undang-undang (UU) Nomor 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional dan keputusan menteri dalam negeri dan menteri agama Nomor 128 dan 44 A Tahun 1982 tentang, peningkatan baca tulis huruf Alquran bagi umat Islam dalam rangka peningkatan dan penghayatan serta pengamalan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami optimis Raperda ini akan disahkan dan diterapkan karena fraksi lain juga memiliki pandangan yang sama,” katanya. (Iya)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.