Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Ustad Adi Hidayat Beri Peringatan Keras ke Pemilik Restoran, Pajak Makanan yang Dibebankan ke Konsumen, Bisa Giring ke Neraka

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Pajak pelanggan yang selama ini dilakukan sejumlah restoran ternyata sudah menyalahi wewenang. Bahkan pajak makanan yang selalu dibebankan kepada konsumen, dianggap bisa membawa pemilik restoran ke neraka. Pasalnya diingatkan Ustaz Adi Hidayat (UAH) bahwa pemilik tempat makan tidak boleh memberlakukan pajak bagi pelanggan.

UAH bahkan mengingatkan bahwa ganjaran bagi pemilik seperti itu adalah neraka. Ceramah UAH itu dapat dilihat dalam video berujudul ‘Hukum Pajak/Cukai dan Bekerja Pajak/Cukai oleh Ust, Adi Hidayat’ yang diunggah oleh kanal YouTube Muhammad Danil.

Video itu juga dibagikan oleh akun Twitter Geetracker pada Senin, (26/4).
“Ini orang ahli pajak ya? Bener gak omongannya? Serius nanya! Alfamart dan Indomaret disebut lagi. Mau buat gaduh apa ya?! Ditjen PK mana suaranya?” kata Geetracker.

Dalam video itu, kata UAH, lembaga pajak sebenarnya tidak memberlakukan pajak untuk orang yang makan di restoran.

Namun, tetap ada pemilik restoran yang malah membebankan pajak bagi pelanggan. Padahal, kewajiban pajak itu sebenarnya diberlakukan oleh negara kepada restoran.

“Kita masuk ke restoran, kita yang makan, kok kita yang bayar pajak? Dan saya tanyakan pada orang pajak, ternyata nggak ada pepajak makanan katanya. Itu yang bikin pajaknya, orang restorannya,” kata Ustaz Adi Hidayat.

“Restoran kan bukan petugas pajak. Jadi yang dibebankan pajak itu kepada pemilik restorannya, bukan orang yang makan di situ. Tapi orang restorannya yang membebankan pajak PPN-nya kepada orang makan. Itu salah,” tambahnya.

UAH pun mengingatkan agar para pemilk tempat makan berhati-hati sebab perilaku seperti itu dapat membuat mereka masuk neraka.

“Dari Direktorat Pajak-nya nggak ada pajak makanan, tapi orang restoran bikin pajak dibebankan kepada pembeli atau pemakan. Itu keliru,” tegas UAH.

“Maka hati-hati antum yang punya warung makan. Awas, jangan bebankan pajak antum kepada orang yang makan di tempag antum! Ketika antum bebankan, antum sudah berencana masuk ke dalam neraka,” sambungnya.

Bukan hanya tempat makan, UAH juga mengingatkan mini market seperti Alfamart dan Indomaret.

“Awas hati-hati. Yang punya Alfamart, Indomaret, awas. Begitu beli, PPN 10 persen. Siapa yang kasih PPN? Di negara tidak ada aturan itu. Di kala antum cantumkan sendiri, antum yang bikin-bikin. Awas hati-hati,” katanya. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.