Banner sumsel

Usai Pemilu, Panwascam Baturaja Timur Catat Kejadian Ini

BATURAJA, koranindonesia.id – Di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel), ditemukan banyak terjadi kekurangan surat suara pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, yang digelar Rabu (17/4), kemarin.

Hal itu menyebabkan sejumlah masyarakat yang hendak menyalurkan hak pilihnya pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, terpaksa harus menunggu kedatangan surat suara tambahan. Di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, misalnya, ada salah satu TPS yang mengalami kekurangan surat suara pada saat proses pencoblosan.

Surat suara itu untuk pelaksanaan Pemilu Legislatif (pileg) DPRD Kabupaten OKU, temuan itu pun dibenarakan oleh pihak Panwaslu Kecamatan (Panwascam) setempat. Dari temuan Panwascam tercatat sedikitnya ada lima TPS yang mengalami kekurangan surat suara tersebar di Kelurahan dan Desa, diantaranya  Desa Tanjung Kemala yang merupakan desa asal Bupati OKU Kuryana Azis.

Di desa tersebut surat suara yang kurang berada di TPS 03 yang jumlahnya mencapai 100 surat suara dari jumlah seharusnya 275, selain itu, saat dibuka segel dalam kotak suara hanya terdapat 175 lembar surat suara.

Selain itu di Kelurahan Sukaraya TPS 03 kekurangan surat suara Pilpres mencapai 51 lembar serta TPS 26 mengalami kekurangan surat suara pemilihan calon DPD mencapai 100 lembar. Selanjunya, Desa Tanjung Baru terjadi kekurangan 20 lembar surat suara, dan Kelurahan Baturaja Lama, tepatnya di TPS 25, terjadi lagi kekurangan surat suara Pilpres sebanyak 25 lembar. Selain itu, ada juga temuan sejumlah surat suara yang rusak di beberapa TPS di wilayah Kecamatan Baturaja Timur.

“Benar kita mendapat laporan itu,  dan sudah kita cek di lapangan. Kami juga tidak tahu apa penyebabnya terjadi kekurangan surat suara itu. Karena posisinya surat suara saat tiba berada dalam kotak suara, maka baru diketahui saat dilakukan pemungutan suara,” kata anggota Panwascam Baturaja Timur, Saiful, Kamis (18/4/2019).

Sementara itu ditemui terpisah, Ketua KPU Kabupaten OKU Naning Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan kasus itu.  Naning mengakui, jika itu merupakan kesalahan dari pihaknya saat melakukan proses pelipatan dan packing logistik pemilu, untuk didistribusikan ke TPS.

Namun masih menurut Naning, persoalan itu sudah bisa diatasi pihaknya. “Sudah diganti surat suara baru, itu diambil ke TPS terdekat yang ada di wilayah itu.  Alhamdulillah sudah aman,” pungkasnya.

(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.