Banner sumsel

Usai Merampok, Tyas Ingin Lapor Polisi

PALEMBANG, koranindonesia. Id – Setelah menyerahkan diri kepada pihak berwajib, Tyas Dryantama (19) tersangka perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online Try Widyantoro menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumsel, Senin (2/3/2018) siang.

Kepada petugas, mahasiswa perguruan tinggi negeri di Sumsel ini mengaku, usai melancarkan aksi perampokan ia sempat berencana melapor kepolisi. Hanya saja, rencananya itu tidak dilakukan karena takut diancam HK tersangka lainnya.

“Sebenarnya saya ingin melapor kepolisi Pak. Tapi, HK bilang kalau melapor, saya juga bakal ditangkap polisi. Jadi saya takut melaporkannya,” kata pemuda yang tinggal di Dusun III, Desa Mulya Jaya, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin ini.

Ia mengatakan, dirinya hanya memegang tangan korban. Sedangkan, yang merencanakan aksi perampokan ialah ketiga temannya Bayu Irmansyah, Poniman serts HK (DPO). “Saya hanya ikut-ikutan dan memegang tangan korban Pak,” tuturnya.

Tyas mengungkapkan, kejadiannya berawal dari ketiga temannya Bayu, Poniman dan HK mendatangi rumah indokos Tyas, Senin (11/2/2018) malam. Ketika pulang dari kuliah, Kamis (15/2/2018) siang, ketiga temannya itu menanyakan tali tambang kepada Tyas.

Selanjutnya, Poniman menyuruh Bayu untuk memasan taksi online dari belakang Griya Agung, Kecamatan IB I Palembang menuju Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Setiba disana, ketiga temannya melancarkan aksi dan ia ikut memegang tangan korban.

Masih dikatakannya, setelah korban dinyatakan tidak bernyawa, Tyas kembali diminta membantu membuang jasad Tri ke semak belukar yang berada di Parit 6, Sungai Dungun, Desa Muara Telang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin.

Ditambahkanya, ia tidak mengambil sepesern pun uang hasil perampokan itu. “Saya sempat ditawari mereka, untuk mengambil bagian saya. Tapi, tidak saya ambil karena takut terlibat. Saya masih memikirkan kuliah pak,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, dengan menyerahnya Tyas. Pihaknya sudah mengamankan tiga orang dari empat tersangka perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online Tri.

“Informasinya, pelaku yang belum tertangkap ini menantang polisi. Silahkan saja. Kita sudah mengetahui keberadaannya dan anggota kita masih melakukan pengejaran terhadap dia,” ujarnya memberikan keterangan kepada awak media.

Akan tetapi, apabila tersangka menyerahkan diri, pihak kepolisian akan menjunjung tinggi Hak Azazi Manusia (HAM) dan akak melindunginya. “Karena itu, kami mengimbau lebih baik menyerahkan diri saja. Jika tidak, kami sikat betul,” tuturnya.

Dirinya mengapresiasi orangtua Tyas yang telah menyerahkan anaknya ke Jatanras Polda Sumsel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia memastikan hukum akan ditegakkan dan melindunginya meski sebagai tersangka.

“Setelah kami ancam akan menghabisi pelaku, ayahnya menyerahkan anaknya. Untuk peran, Tyas memegang tangan dan ikut membuangnya ke semak-semak. Nanti akan kami bimbing agar pelaku ini lebih baik kedepannya,” ujar Zulkarnain.

Sekedar mengingatkan, sopir taksi online Tri Widyantoro warga Jalan Letnan Murod, Lorong Sakur, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang menghilang usai mengantarkan penumpang ke kawasan Kenten Laut, Banyuasin.

Setelah 45 hari, misteri hilangnya Tri mulai terkuak dengan ditemukannya jasad korban yang tinggal tulang belulang di Desa Muara Telang. Tiga pelaku sudah ditangkap, satu diantarnya ditembakan mati oleh polisi. (Yyn).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.