Banner sumsel

Usai Jalankan Tugas Pemilu, Pengawas TPS di Solo Ini Meninggal Dunia

SOLO, koranindonesia.id – Agung Nugroho (31), salah seorang anggota petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (P-TPS) meninggal dunia. Warga Kelurahan Karangasem RT03/ 04, Kecamatan Laweyan, Kota Solo ini sebelumnya mengawasi TPS 21, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Istri almarhum, Mela Siti Malikah (30) mengatakan, almarhum berangkat pagi hari saat pencoblosan 17 April lalu. Setelah menjalankan tugasnya, almarhum pulang keesokan harinya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Tak sampai disitu, pagi harinya dia masih harus berangkat ke Kelurahan selama beberapa hari, karena tugasnya dalam mengawasi proses perhitungan suara belum selesai.

“Sehari sebelum coblosan itu Mas Agung melakukan tranfusi darah di rumah sakit PKU Muhammadiyah, soalnya HB-nya drop dan dokter meminta untuk dirawat inap, karena HB-nya masih 8,4, normalnya diatas 9. Tapi mas Agung minta pulang, ada tugas yang tidak bisa digantikan karena waktunya mepet. Dengan terpaksa dokternya mengizinkan,” terang Mela sambil terisak menceritakan kepergian almarhum, saat ditemui di rumah duka, Selasa (30/4/2019).

Ditambahkannya, almarhum kembali dilarikan ke rumah sakit, untuk kembali melakukan transfusi darah Selasa (23/4) karena HB-nya kembali drop dan dirawat inap hingga Jumat (26/4). Ketika dirawat inap, almarhum masih sempat menyelesaikan data survei, sebab sehari-harinya, almarhum ini bekerja sebagai petugas di Badan Pusat Statistik (BPS) Solo. “Saya juga ikut membantu menyelesaikan tugas ayah di rumah sakit,” sebut Mela pula.

Biasanya, setelah rawat inap, tubuh Agung kembali segar, namun kondisi tersebut tidak terlihat selama dua hari berada dirumah. Tubuh agung lemas dan loyo. Sehingga puncaknya, pada Minggu (28/4) lalu saat Almarhum usai mengambil wudhu, karena akan menunaikan ibadah salat dzuhur. Dari kamar mandi dia terlihat jongkok, kemudian berjalan ngesot menuju kamar. “Saya kaget, ayah jalannya kenapa? Setelah itu langsung saya peluk tubuhnya sudah keringat dingin. Saya panggil ibu, kemudian mas Agung kami bopong kekamar. Setelah sampai kasur mas Agung muntah-muntah kemudian pingsan,” ungkap Mela.

Agung sendiri menghembuskan nafas terakhir pada Senin (29/4) kemarin, sekitar pukul 15.30 WIB. Almarhum dimakamkan di TPU Pracimaloyo, Makam Haji, hari ini Selasa (30/4). Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak berusia lima tahun bernama Muhammad Fatih Ozil Nugroho. (ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.