Banner pemprov juni

Universitas Bidar Diserang, Tiga Mahasiswa Jadi Korban

PALEMBANG, koranindonesia.id – Universitas Bina Darma (Bidar) Palembang yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang diserang sekelompok orang, Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 22.00

Akibat dari penyerangan tersebut, Sekretariat Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Bidar hancur serta tiga orang mahasiswa, dua dari Bidar dan satu dari Perguruan Tinggi Swasta di Palembang dilarikan ke rumah sakit dikarenakan mengalami luka tusuk di tubuh.

Identitas ketiga korban yakni M Perdana (20) dan M Mufli Murtada (24) mahasiswa Bina Darma Palembang, dan Rahmat Hidayat Yamlean (19) mahasiswa Universitas Sjakhyakirti, Palembang.

Berdasarkan data dihimpun, penyerangan tersebut terjadi Kamis (19/5/2022) sekitar pukul 22.00. Dimana ketika itu, korban Rahmat Hidayat Yamlean (19) sedang berada di Sekretariat Mapala Bidar.

“Awalnya saya ditelpon senior, katanya Sekret Mapala kebobolan. Jadi, saya dan teman-teman datang ke sini (Kampus Bidar). Aku periksa, yang hilang cuma gitar,” kata korban Perdana ketika ditemui di Kampus Bidar Palembang.

Perdana mengatakan, setelah peristiwa pencurian itu, dia langsung mencari terduga pelaku pencurian.

“Ketemulah satu orang, saya bawa kesini dan ternyata bukan orangnya. Jadi, kami lepaskan. Dia mengancam tunggulah, bakal melaporkan ke kakaknya. Tidak lama berselang, datang orang ramai sekitar 30 orang,” ucap Perdana.

Masih dikatakannya, sekumpulan orang tersebut langsung merusak Sekretariat Mapala Universitas Bina Darma Palembang. Tidak hanya itu, dia bersama kedua temannya juga dianiaya.

“Satu lihat cuma dua orang yang membawa senjata tajam, kalau yang lain tidak tahu. Keadaan teman saya sudah mulai membaik,” ungkapnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Universitas Bina Darma, Anton Nurdin, menjelaskan peristiwa kejadian penyerangan itu menjadi perhatian pihak kampus.

“Korban membuat laporan penganiayaan, dan pihak kampus melaporkan tentang pengrusakan. Harapannya, laporan segera ditindaklanjuti, proses hukum kita serahkan semuanya kepada penegak hukum,” jelas Anton.

Dari ketiga korban, lanjut Anton, terdapat satu korban yang merupakan mahasiswa syakyakirti, yang berkunjung ke kampus bina darma. “Untuk motifnya sendiri belum kita ketahui, sepenuhnya kita serahkan ke pihak berwajib,” tutupnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.