Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Ungkap Kelebihan UMKM, Teten Masduki: Banting Setirnya Itu Cepat

JAKARTA, koranindonesia.id – Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Teten Masduki mengatakan UMKM saat ini menjadi penyangga ekonomi nasional di tengah ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 yang diharapkan menahan angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan.

“UMKM itu sudah berkali-kali menghadapi situasi sulit, krisis. Kelebihan dari UMKM yang kecil-kecil ini cepat melakukan perubahan. Banting setirnya itu cepat,” kata Teten dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Dalam sebuah webinar yang digelar Warta Ekonomi bertajuk “Kiat Inovasi Kreatif UMKM Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19” Teten mengatakan, alasan itulah yang membuat pemerintah mengalokasikan anggaran yang besar dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ada pula program restrukturisasi pinjaman, termasuk memberikan hibah modal kerja bagi UMKM yang belum bankable. 

“Dari sisi demand kita coba bantu penyerapan lewat belanja kementerian dan lembaga. Kami mendapatkan komitmen dari Kementerian BUMN, capex di bawah Rp14 miliar ini sekarang diperuntukkan untuk UMKM,” ujar Teten.

Selain itu Kemenkop dan UKM telah membuat beberapa program pendampingan, konsultasi, pelatihan, baik secara virtual. Tujuannya untuk membantu UMKM beradaptasi dan inovasi bisnis  merespons perkembangan baru, khususnya terkait teknologi.

“Sekarang baru 13 persen UMKM kita yang sudah terhubung ke platform digital. Kita dorong percepatan, transformasi, karena ini akan memberikan manfaat, akses pasar yang lebih besar, termasuk akses pembiayaan,” kata Teten.

Penyedia platform digital berskala besar sudah bisa mengakses lebih sekitar 97 persen wilayah Indonesia, dikutip dari antara.

Sementara itu CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Muhamad Ihsan menuturkan kondisi pandemi saat ini mengajarkan bahwa proses digitalisasi akan selalu berjalan dengan cepat.

Dikatakan, digitalisasi itu perlu dilihat sebagai terobosan yang positif agar bisa membangkitkan perekonomian lewat UMKM.

“Para pengusaha restoran yang kehilangan pengunjung, mengubah pola penjualannya lewat frozen food. Para pelaku bisnis travel, merubah strategi dengan menjual virtual tour. Para pelaku bisnis music dan MICE melakukan pertunjukan dan seminar via virtual. Pada intinya, semua mengeluarkan energi kreatif agar bisnisnya tetap bertahan,” kata Ihsan.

(ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.