Banner sumsel

UNBK, Sekolah Terapkan Simulasi Force Majeure Sebelum Ujian

PALEMBANG, koranindonesia.id – Mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik oleh PLN,  Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 17 Palembang rela menyewa genset seharga Rp2,7 juta per hari, agar tidak mengganggu pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Selain itu pada hari pertama UNBK, Senin (9/4) teknisi dan panitia penyelenggaraan UNBK di SMAN 17 Palembang ini juga disibukkan dengan simulasi penanggulangan force majeure saat ujian berlangsung.

Betapa tidak, berdasarkan evaluasi dari UNBK SMK sepekan yang lalu terdapat banyak kendala terutama pada jaringan listrik dan mesin genset yang mengakibatkan lebih dari 100 pelajarterpaksa mengikuti ujian susulan.

“Ya ini kita lakukan sesuai instruksi pak Kadin. Kasihan kan anaknya kalau saat ujian terjadi pemadaman listrik hingga mereka terpaksa mengikuti ujian susulan,” ujar Kepala SMAN 17 Palembang Parmin saat diwawancarai awak media disela UNBK hari pertama berlangsung.

Menurutnya, selama permasalahan tersebut hanya sebatas pemadaman listrik, jaringan internet dan server yang terinveksi virus, pihaknya masih bisa menanganinya secepat mungkin. Hal ini terlihat dari sigapnya pihak sekolah yang rela merogoh kocek sekitar Rp2,7 juta per hari untuk sewa mesin genset guna menanggulangi pemadaman listrik.

“Sewa per harinya kalau tidak diopereasikan senilai Rp1,5 juta sedangkan kalau dioperasikan maka biayanya mencapai Rp2,7 juta per harinya. Masalah dana tidak terlalu difikirkan, yang jelas jangan sampai membebankan siswa harus mengulang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk tahun ajaran 2017/2018  jumlah siswanya  yang mengikuti UNBK sebanyak 277 orang  dengan rincian 333 pelajar jurusan IPA dan 34 jurusan IPS. “Kita buat tiga sesi dengan memanfaatkan empat uang belajar yang terdapat 35 unit PC komputer,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo menerangkan, setiap melangsungkan ujian pasti pihaknya melakukan kajian dan evaluasi guna menyempurnakan hasil kegiatan tersebut.

Oleh sebab itu, pihaknya telah menginstruksikan kepada setiap sekolah penyelenggara UNBK untuk dapat melakukan simulasi force majeure minimal 30 menit sebelum ujian berlangsung. “Kalau ada kejadian maksimal lima menit harus diatasi,” cetusnya.

Sementara data terakhir untuk pelajar SMA yang mengikuti UNBK yakni 52.253 orang atau 86,04 persen dari total 65.098 pelajar SMA di Sumsel. Sedangkan untuk pelajar Madrasah Aliyah ada 6.240 pelajar yang mengikuti UNBK atau senilai engan 51,12 persen dari total 12.199 pelajar MA yang ada di Sumsel. (Sen)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.