Banner sumsel

Tunggu Perda, RPH Modern Gandus Tunda Operasional

PALEMBANG, koranindonesia.id – Setelah selesai dibangun sekitar satu tahun lalu, Rumah Potong Hewan (RPH) modern di Gandus belum juga operasional.

Hal ini lantaran harus menunggu Peraturan Daerah (Perda) yang menaungi RPH, diantaranya agar pengusaha melakukan pemotongan hewan di Gandus.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti mengatakan, setelah selesai dibangun, masih ada beberapa yang harus dilengkapi oleh Pemerintah Kota Palembang, dalam hal ini Dinas Pertanian.

“Beberapa pekan lalu, ada audit sebelumnya penggunaan dan hasilnya beberapa yang harus dilengkapi,” katanya.

Sayuti mengatakan, ada pembuangan saluran, penambahan daya listrik agar maksimal dan Perda untuk RPH agar kedepan para pengusaha melakukan pemotongan di Gandus.

Saat ini ada pengusaha sapi yang keluar dari RPH. Sehingga sapi yang dipotong berkurang. Seharusnya, kebutuhan daging segar di Palembang 45 ekor atau sekitar 300 Kg sapai 400 Kg perhari.

“Tapi karena ada pengusaha yang keluar sehingga rata-rata sapi yang dipotong 15-20 ekor perhari dari tiga pengusaha,” katanya.

Ia mengatakan, maka untuk menghimpun semua pengusaha sapi yang ada di Palembang, perlu ada Perda.

Selain itu juga, nantinya RPH merupakan pelayanan jasa. Karena pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang sekarang masih gratis, nantinya berbayar, ini memerlukan Perda.

“Kita akan rangkul pengusaha sapi di Palembang. Perda sekarang sedang diproses. Setelah selesai semuanya, akhir November operasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu syarat sebelum beroperasional memang harus ada hasil audit operasional yang dilakukan eksportir Australia yang ada di Lampung.

Mengingat sapi-sapi yang dibawa ke Palembang dan bakal di potong di RPH ini mayoritas Sapi Australia yang ada di Lampung, maka ada standarnya.

“Apalagi hewan yang akan dipotong, selain sehat pemotongan juga harus dilakukan dengan cara yang benar dan halal,” katanya.

RPH modern ini kapasitas pemotongannya bisa mencapai 200 sapi. “Kami menganjurkan agar melakukan pemotongam hewan di RPH. Karena salah satu syarat halal harus bersih, dan itu sudah sesuai dengan anjutan MUI (Majelis Ulama Indonesia),” katanya.
(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.