Banner sumsel

Tunggakan Tinggi, Pembiayaan BPJS Palembang Disubsidi Wilayah Lain

PALEMBANG, koranindonesia.Id – Sistem gotong royong dalam pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sangat bermanfaat di saat tingginya tunggakan dari peserta.

Total penerimaan iuran peserta sampai September ini  mencapai Rp250 miliar, sementara pembiayaan yang harus dibayarkan BPJS per bulan berkisar Rp70 miliar.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Andi Anshar mengatakan, pentingnya kepemilikan kartu BPJS Kesehatan diyakini sangat bermanfaat untuk mempermudah pembiayaan perawatan kesehatan. Hanya saja saat ini yang telah menjadi anggota pun banyak yang melakukan tunggakan pembayaran iuran.

Andi mengatakan, BPJS Kesehatan Cabang Palembang mengeluarkan dana untuk pembiayaan perawatan peserta Rp70 miliar per bulan atau sekitar Rp630 miliar hingga September. Sementara total penerimaan iuran anggota BPJS Rp250 miliar sampai dengan September.

“Pembiayan ke rumah sakit masih dilaksanakan, karena sistemnya kita di BPJS ini adalah gotong royong, masih bisa dicover oleh wilayah lain,” katanya usai audiensi dengan Walikota Palembang di Jalan Tasik, Kamis (11/10/2018).

Menurutnya, tingginya tunggakan berasal dari peserta mandiri. BPJS harusnya mendapat iuran sampai dengan September itu Rp136 miliar, tapi yang didapat hanya Rp80 miliar. Artinya ada sekitar Rp56 miliar tunggakan dari peserta mandiri atau perorangan.

Sementara dari peserta badan usaha, setelah ada pembayaran close payment, tingkat kepatuhan cukup tinggi 98,9 persen. Pihaknya meminta agar peserta bayar iuran tepat waktu. Jika tidak ada konsekuensinya. Saat kartu sudah tidak aktif, misalnya dibayar hari ini ada denda pelayanan.

“Agar tidak ingin lupa membayar, bisa menggunakan autodebit yang langsung dipotong oleh bank setiap bulannya untuk pembayaran BPJS,” katanya. (Iya)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.