Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Ini Penyebab Manusia Lebih Rentan Idap Kanker Akibat Konsumsi Daging Merah

 

JAKARTA, koranindonesia.id –University of California, San Diego baru saja merilis studi baru tentang tingginya kasus kanker yang dipicu oleh mengonsumsi daging merah, dan semuanya berkaitan dengan gula.
Penelitian yang diterbitkan pada 29 Desember 2019 dalam “Proceedings of the National Academy of Sciences”, menemukan bahwa gula unik bernama Neu5Gc ditemukan di sebagian besar mamalia, tetapi tidak pada manusia. Gula ini memicu respons kekebalan yang pada gilirannya menyebabkan peradangan.

Melansir dari Medscape, Minggu (21/3), manusia adalah satu-satunya hewan yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker dalam hal makan daging merah, karena karnivora lain makan daging merah secara alami tanpa efek samping yang merugikan.

Ajit Varki, yang memimpin penelitian menjelaskan efek yang dimiliki Neu5Gc pada tikus, yang karakteristik genetik biologi dan perilakunya sangat mirip dengan manusia.
“Hingga saat ini, semua bukti kami yang mengaitkan Neu5Gc dengan kanker diprediksi secara tidak langsung atau tidak langsung dari pengaturan eksperimental buatan. Ini adalah pertama kalinya kami secara langsung menunjukkan, bahwa meniru situasi sebenarnya pada manusia dengan memberi makan Neu5Gc non-manusia dan menginduksi antibodi anti-Neu5Gc meningkatkan kanker spontan pada tikus. ”

Gula khusus ini dapat ditemukan pada daging merah (menggunakan definisi nutrisi dari daging merah, yang mencakup daging babi dan hewan ternak lainnya), susu sapi, dan keju tertentu.
Sayangnya bagi manusia, tubuh kita tidak dapat memproduksi gula ini secara alami, jadi ketika diserap ke dalam jaringan kita, gula itu terlihat sebagai penyerbu asing. Ini kemudian mengarah pada aktivasi sistem kekebalan kita. Hasilnya adalah peradangan.

Meski peradangan bukanlah hal yang hebat, dengan sendirinya itu semakin parah. Jika sistem kekebalan sering terkena Neu5GC, peradangan kronis akan terjadi.

Peradangan ini kemudian dapat menyebabkan kanker. Mereka yang rutin mengonsumsi daging merah pasti akan mengalami reaksi yang lebih kuat, daripada mereka yang sesekali mengonsumsi daging merah.

Hewan lain, karnivora ketat, yang bisa membuat gula Neu5GC bisa makan daging merah. Manusia, bukan karnivora yang ketat, tidak bisa. Oleh karena itu nampak jelas bahwa manusia harus menghindari konsumsi daging merah atau menghadapi peradangan dan kemungkinan kanker.

Minimal, mengurangi konsumsi daging merah akan meningkatkan kesehatan.
Jika karena alasan tertentu Anda yakin makan daging merah setiap hari (meskipun diberi makan rumput) bukanlah hal yang buruk, nah sekarang Anda punya buktinya.
Maaf, pemakan daging, manusia tidak diciptakan untuk menjadi karnivora sejati. (Red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.