Banner sumsel

Truk Tetap Lewat Kota Siang Hari, Begini Kata Kepala Dishub Kota Palembang

PALEMBANG, koranindonesia.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang mengklaim, jika aturan kendaraan bertonase berat yang dilarang melintasi jalanan dalam kota sudah ada. Hanya saja penerapannya perlu dukungan semua pemangku kepentingan (stakeholder).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Palembang, Kurniawan tidak menampik longgarnya aturan yang ada, hingga saat ini truk bertonase besar tetap melintas di jalanan dalam Kota Palembang, yang selain menyebabkan kemacetan, juga rawan menimbulkan kecelakaan. Kurniawan mengatakan, aturan tersebut sudah ada dan perlu didukung semua stakeholder terkait, seperti kepolisian dan lainnya.

“Kami perlu dukungan semua pihak. Ini juga akan memperkuat larangan kendaraan angkutan melintas di dalam kota dengan aturan dari Gubernur nantinya,” kilahnya.

Selama ini, aturan ini sudah diterapkan, selain tujuannya untuk mengurangi kemacetan di dalam kota, juga untuk mengantisipasi kecelakaan. “Harapan kita dengan diperkuat oleh gubernur maka Perwali yang dikeluarkan akan lebih kuat lagi dan didukung semua pihak terkait,” paparnya pula.

Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan. (FOTO/IYA)

Jika kendaraan angkutan barang dari luar kota menuju Palembang (Pelabuhan Boom Baru) harus melewati Jalan Mayjen Yusuf Singadekane – Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara – Soekarno Hatta – Simpang Bandara – Kebon Sayur – Jalan Mangkunegara – Residen Abdul Rozak- menuju Boom Baru.

Sedangkan kendaraan dari Jambi menuju Boom Baru harus melintasi Gubernur H Muhammad Ali Amin – Soekarno Hatta – Letjen Harun Sohar – Jalan Kebon Sayur – Residen H Najamuddin – MP Mangkunegara – Residen Abdul Rozak – RE Martadinata – Yos Sudarso – Letkol Nuramin – Pelabuhan Boom Baru.

Kendaraan dari Pelabuhan Tanjung Api Api menuju Pelabuhaan Boom Baru harus melintasi Jalan Letjen Harun Sohar – Jalan Kebon Sayur – Residen H Najamuddin – MP Mangkunegara – Residen Abdul Rozak – RE Martadinata – Yos Sudarso – Letkol Nuramin – Pelabuhan Boom Baru.

Sedangkan kendaraan dari arah SP Padang Kabupaten OKI, Sumatra Selatan (Sumsel) harus melewati lingkar selatan Sungai Pinang – Yusuf Singadekane – Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara – Soekarno Hatta – Simpang Bandara – Kebon Sayur – Jalan Mangkunegara – Residen Abdul Rozak – menuju Boom Baru.

“Dalam Perwali sudah jelas, tidak boleh melintas di siang hari. Sebelumnya angkutan barang yang dilarang melintas memiliki tonase berat 8 ton ke atas. Mulai dari pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB,” jelasnya.
(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.