Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Trifika Palembang Pantau Mall dan Cafe

 

PALEMBANG, koranindonesia.id – Trifika Palembang Palembang yang terdiri dari Polrestabes Palembang, Pemkot Palembang dan TNI memantau mall dan cafe, menjelang diberlakukannya pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Personel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kapolrestabes Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, Walikota Harnojoyo dan Danrem Garuda Dempo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji mendatangi PTC Mall dan 10 titik lainnya.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra mengatakan mulai tanggal 6 Juli 2021 melaksanakan pengetatan PPKM Mikro. “Pengetatan PPKM Mikro ini ditunjuk kepada 43 kota yang ada di Indonesia, untuk Sumatera Selatan sendiri ditunjukkan Kota Palembang dan Lubuk Linggau,” ujar Irvan saat menggelar apel di Polrestabes Palembang, Kamis (8/7/2021) malam.

Lanjut Irvan, kenapa Palembang ditunjuk PPKM karena sudah mendekati dan mengkhawatirkan kondisi covid 19 dari jumlah yang terkontaminasi dan jumlah yang meninggal, positif dan bor, “Untuk itu mulai 6 Juli 2021 kemarin kita sudah mulai menegakkan PPKM Mikro, untuk malam hari kita konsentrasikan penutupan mall, pusat perbelanjaan, warung jajan, cafe, restoran dan lainnya,” jelas Irvan.

Masih katanya, khusus untuk Palembang kita juga memonitor pelaksanaan pembatasan kendaraan dan ganjil genap yang ada di kota Palembang. “Mudah mudahan berjalan baik, kita libatkan juga teman Dishub, TNI, dan Satpol PP, setiap hari kita lakukan sehingga masyarakat sudah mulai terbiasa dan membiasakan diri di rumah sehingga Palembang bisa keluar dari zona yang sudah rawan,” ungkapnya.

Lanjut Irvan, giat malam ini akan dilakukan pada 10 titik yakni di Mall PTC, Mall PI, PIM, Diamond, Soma, ganjil genap Jalan A Rivai, kawasan Sukarami, Sukabangun, Kambang Iwak, “malam ini juga kita tutup Jalan Jenderal Sudirman dan Kambang Iwak supaya masyarakat sudah mulai aware. Sudah mengetahui adanya Pengetatan PPKM dan di sanalah kita sosialisasi,” tutupnya.

Sementara, pimpinan PTC Welly Salim saat diwawancara mengatakan ini merupakan program dari pemerintah dan PPKM ini sangat menentukan sekali masa depan negara kita. “Dengan PPKM ini kalau sukses ekonomi kita akan bangkit, dan jika gagal tentunya akan mempersulit untuk perkembangan ekonomi kedepannya,” jelas Welly Salim.

Masih katanya, saat ditanya persiapan PTC sendiri menghadapi PPKM mengatakan sebelum adanya PPKM dan di jaman covid 19 sendiri sudah melaksanakan Prokes yang sesuai aturan pemerintah.

“Dengan adanya PPKM kami tentunya akan lebih ketat lagi sesuai dengan darurat atau emergency, sebagai contoh pelaksanaan yang ditentukan PPKM akan kami laksanakan mulai besok, dari jam buka sampai penutupan pada jam 5 sore,” jelasnya.

Untuk khususnya supermarket dan toko obat yang diperbolehkan buka sampai jam 8 malam. “Untuk restaurant take away nantinya, kami akan jalankan sesuai dengan ketentuan dari pemerintah dan ini yang akan kami laksanakan,” katanya. (Depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.