Banner sumsel

Tragis, Anggota Polres Wonogiri Jadi Korban Penganiayaan Kelompok Perguruan Silat

SOLO, koranindonesia.id – Seorang anggota Polres Wonogiri menjadi korban penganiayaan dari kelompok perguruan silat terkemuka.

Korban AKP Aditya Mulya Ramdhani yang menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Wonogiri tersebut saat ini tengah menjalani perawatan intensif lantaran mengalami luka di bagian kepala.

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidiati mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Selain itu, pengumpulan barang bukti terkait penganiayaan yang menimpa korban juga dilakukan oleh tim Polres Wonogiri.

“Kami tindaklanjuti serius kasus ini. Saat ini, tengah dilakukan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi dan barang bukti,” kata Uri kepada wartawan, Jumat (10/5/2019).

Peristiwa ini bermula, saat munculnya informasi di sosial media (sosmed) yang bernada provokasi. Dua kelompok menanggapi informasi tersebut dengan melakukan pengerahan massa. Mengetahui adanya pengerahan massa, anggota Polres Wonogiri yang dipimpin langsung oleh Kapolres mengambil tindakan.

Mereka hendak menghalau massa rombongan agar balik arah. Namun, waktu itu AKP Aditya tercecer dari pasukan. Saat itulah, sekelompok orang menyerang dan dirinya mengalami luka parah di bagian kepala.

Terkait peristiwa tersebut, pihak Polda Jawa Tengah langsung turun tangan menangani kasus tersebut. Kedua belah pihak baik kelompok Persaudaraan Setia Hari Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) dipertemukan untuk membahas perdamaian di Mapolresta Solo.

Ditempat yang sama, Ketua Umum PSHW, HR Agus Wiyono mengatakan, pihaknya prihatin dengan peristiwa yang terjadi kemarin malam tersebut. Terkait hal itu, pihaknya mengimbau untuk pihaknya menahan dari segala tindakan.

“Kami mengimbau hingga tingkat ranting, untuk menahan diri. Kami serahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib,” kata Wiyono.

Hal senada diungkapkan, Ketua Umum PSHT, R Moerdjoko Hadi Widjojo menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwajib. “Kami serahkan sepenuhnya ke pihak berwajib. Jika ditemukan pihak yang dianggap bersalah, silakan ditindak,” katanya.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.