Banner pemprov Sumsel

TKN Fasilitasi Konser Putih Bersatu untuk Kemenangan Indonesia Maju di SUGBK

PALEMBANG, koranindonesia.id – Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin memastikan pihaknya memfasilitasi pelaksanaan Konser Putih Bersatu untuk Kemenangan Indonesia Maju digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 13 April, mendatang.

Ketua TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Erick Thohir menyatakan, pihaknya melihat terjadi perubahan pergerakan masyarakat terhadap pasangan nomor urut 01, khususnya di wilayah Jawa dan Indonesia Timur. Karenanya, untuk menampung seluruh antusiasme masyarakat itu, pihaknya akan menampung itu dalam sebuah perhelatan kampanye terbuka di SUGBK bertajuk Konser Putih Bersatu untuk Kemenangan Indonesia Maju di SUGBK.

“Penggunaan SUGBK ini dipilih, karena terjadi perubahan pergerakkan antusiasme masyarakat ini. Saya tidak ingin bicara angka, karena masih bisa diperdebatkan, silakan lihat sendiri kenyataannya, bagaimana antusiasme masyarakat dalam setiap kampanye yang kami gelar di sejumlah wilayah Indonesia,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Santika Radial Palembang, Selasa (2/4/2019).

Sementara untuk wilayah Sumatra diakuinya pula, antusiasme masyarakat terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01 terus bergerak, meski diakuinya, masih jauh dari yang terjadi di wilayah Jawa dan Indonesia Timur.

“Namun, untuk Provinsi Lampung terjadi peningkatan tren yang signifikan, insya allah menang diatas 50%. Untuk Sumsel 50:50 saya kira sudah cukup positif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Erick Thohir mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi Pilpres 2019 ini, untuk berpolitik dengan cara-cara yang santun. Karenanya, ia menyayangkan digunakannya strategi-strategi yang menekan, apalagi berbau ancaman, ke pihak-pihak penyelenggara pemilu, seperti ancaman pengerahan people power, hingga ajakan untuk mengepung KPU.

“Seolah-olah kita kembali lagi ke masa-masa dimana demokrasi di Indonesia ini tidak dihormati. Pak Jokowi juga sudah kebal fitnah selama ini, sudah sering dizolimi, selama 4,5 tahun ini. Tapi apa salahnya jika kemudian berupaya untuk menjawab itu semua,” timpalnya pula.
(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.