Tips Menghadapi Sifat Suami yang Keras Kepala Tanpa ada Pertengkaran

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Menghadapi sifat suami yang terkadang egois dan pemarah tentunya tidaklah mudah. Terlebih bagi Anda, wanita yang memiliki perasaan lembut, pastinya sangat tidak nyaman menghadapi pertengkaran setiap hari. Setiap suami pasti memiliki karakter dan sikap yang berbeda. Tidak semua suami akan memiliki apa saja hal yang anda butuhkan atau yang anda inginkan. Hal inilah yang terkadang membuat beberapa istri menjadi putus asa.

Nah, sebaiknya para istri tahu bagaimana cara menghadapi suami yang keras kepala. Hal ini agar Anda tahu sikap mana yang tepat dan jitu untuk dipraktekkan sehingga hubungan Anda dan suami tidak terlalu tegang lagi. Untuk membantu Anda, berikut ini tips menghadapi suami egois dan pemarah seperti dilansir dari laman kamini.id:

Sering Mengobrol

Seperti dulu, waktu kalian belum berstatus suami istri. Ada banyak hal yang bisa menjadi bahan obrolan. Mulai dari yang receh sampai yang serius. Mungkin kebiasaan itu sedikit berkurang setelah berumah tangga. Entah karena kesibukan atau karena kehabisan bahan. Cobalah untuk mengobrol lebih sering.

Tentang drama korea yang sedang kamu ikuti. Tenang promo dari toko daring langganan kamu, tentang apapun yang sekiranya menyenangkan. Ini bagus untuk melatih penerimaan dia atas kata-katamu. Semakin banyak yang kamu sampaikan, semakin banyak dia bisa menerima, semakin melunak pula keras kepalanya.

Tahu Waktu

Segala sesuatu akan lebih baik kalau terjadi di waktu yang tepat. Jangan mencoba membantah kalau kamu tahu dia sedang lelah. Terima saja dulu, nanti kamu bisa membantahnya kalau dia sudah siap mendengarkan.

Kalau dia sedang banyak pikiran, jangan menambahi beban pikirannya. Lakukan sesuatu supaya beban pikirannya bisa berkurang. Mengajak dia nonton acara lucu, mengobrol ringan, membahas hal-hal yang menyenangkan. Setelah itu, barulah kamu bisa mengutarakan apa yang ingin kamu sampaikan.

Tenang

Kamu sudah tahu kalau dia adalah suami yang keras kepala. Kamu juga sudah tahu kalau dia nggak akan menerima pendapatmu dengan mudah. Kamu juga sudah tahu kalau apapun yang kamu katakan nggak akan benar-benar dia dengarkan.

Sekarang, kamu cuma perlu mengendalikan dirimu supaya tetap tenang. Jangan terbawa emosi sampai berbicara dengan nada tinggi karena itu nggak akan mengubah apapun. Tetaplah tenang menghadapi dia, itu modal terbesar yang harus kamu miliki untuk menghadapi suami keras kepala.

Jangan Menghakimi

Kamu sudah menyarankan sesuatu sebelumnya, namun dia tetap pada keputusannya yang bertentangan dengan saranmu. Lalu, keputusan itu ternyata salah. Kamu punya alasan kuat untuk sekadar bilang, ‘aku bilang juga apa!’.

Suami yang keras kepala nggak selamanya benar. Kalau tiba waktunya dia berbuat salah, jangan menghakiminya meskipun kamu sangat ingin melakukannya karena kamu punya alasan yang kuat. Sebaliknya, kuatkan dia sekali lagi. Cara yang lembut seperti itu adalah cara terbaik untuk melawan keras kepalanya secara perlahan.

Beri Kepercayaan

Orang yang keras kepala biasa akan senang kalau dia diberi kepercayaan. Termasuk, suami kamu. Dia akan senang kalau kamu sepakat kepada keputusan yang dia pertahankan mati-matian. Ini akan mudah kalau seandainya kamu memang bersepakat.

Bagaimana kalau kamu nggak sepakat? Barangkali kamu nggak sepakat dengan keputusan atau cara yang dia ambil. Namun, tetaplah percaya padanya. Percaya kalau apa yang dia lakukan akan mendatangkan kebaikan. Anggap ini sebagai pengorbanan karena dia nggak mau menerima saran yang kamu berikan.

Mengutarakan Pendapat

Mungkin kamu sudah bisa memperkirakan apa yang terjadi kalau kamu mengutarakan pendapat. Kamu sudah tahu kalau dia keras kepala dan dia cuma akan membenarkan pendapatnya. Namun, jangan menjadi pasrah karena itu.

Mungkin kamu merasa malas karena sudah bisa menebak hasilnya akan seperti apa. Namun, jangan berhenti. Kalau kamu memilih diam, dia nggak akan pernah tahu isi hatimu. Dia akan berpikir kalau dia memang benar, padahal nggak selalu demikian.

Jujur

Ini sesuatu yang harus kamu perjuangkan sungguh-sungguh, bicara jujur. Mungkin kamu akan mendapat balasan yang kurang memuaskan, namun harus tetap dilakukan. Bicaralah sejujur-jujurnya.

Kamu punya hak untuk bilang kalau kamu kurang menyukai dia yang keras kepala. Kamu juga punya hak untuk bilang kalau kamu ingin didengarkan. Mungkin dia akan membela diri, memberikan berbagai pembenaran untuk apa yang dia lakukan. Namun, kamu harus tetap mencoba untuk bicara sejujur-jujurnya.

Memberi Pilihan

Orang keras kepala nggak akan suka kalau diberi perintah, tekanan, atau hal-hal sejenis itu. Untuk menyiasatinya, berilah dia pilihan. Jelaskan padanya tentang pilihan-pilihan itu, sejelas mungkin. Apa yang menjadi baiknya dan apa yang menjadi buruknya.

Cara ini akan membuat dia menerima itu sebagai pilihan yang layak dipertimbangkan, bukan paksaan apalagi tekanan. Sederhananya, jangan langsung meminta dia pergi naik motor. Namun, beri tahu dia apa saja kemungkinan yang akan muncul kalau dia naik motor, mobil, atau kendaraan umum. Setelah itu biarkan dia memikirkannya lalu memutuskannya.

Bersabar

Nggak bisa dipungkiri kesabaran lebih memang sangat diperlukan ketika menghadapi suami yang keras kepala. Sebagai istri, tentu kamu sudah mengetahui karakter suami yang egois. Bisa jadi kamu menganggap itu sebagai kekurangan.

Bersabarlah dulu, karena pasti akan ada yang berubah pelan-pelan. Sementara itu, ingatlah bagian dirinya yang lain. Kelebihan-kelebihan yang dia miliki. Dia memang keras kepala, tetapi bukan berarti itu satu-satunya hal yang dia punya. Pasti ada kelebihan di dalam dirinya yang bisa kamu banggakan dan kamu syukuri.

Mendampingi

Dampingi dia meskipun dia nggak minta. Supaya dia tahu bahwa nggak semua hal harus dia pikirkan dan lakukan sendirian. Ada kamu, seorang istri yang bersedia mendampinginya. Merelakan diri untuk berbagi beban pikiran bersamanya. Pelan-pelan, dia akan mendengar suaramu. Melapangkan hatinya untuk menerima saran-saranmu. Mungkin nggak dalam waktu dekat, tetapi percayalah bahwa sekeras-kerasnya seorang suami pasti akan luluh oleh istri yang dia cintai. Karena memang cuma istri yang bisa meluluhkan suami, sekeras apapun dirinya. Semoga informasi ini bermanfaat (nnn)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.