Banner sumsel

Tips Melatih Anak Puasa  untuk  Pertama kali

PALEMBANG, Koranindonesia.id –– Sudahkah anak anda melontarkan berbagai pertanyaan mengenai puasa? Selain terpapar iklan di televisi, anak akan segera mengamati perubahan perilaku orangtuanya yang berpuasa, setidaknya dalam hal makan dan minum. Ibadah puasa tentu tak mudah dilakukan, apalagi bagi anak yang pertama kali melakukannya.. Agar anak terbiasa untuk melakukan ibadah puasa, ada baiknya kita mengajari mereka untuk melakukannya sejak dini. Pakar kesehatan menyebutkan bahwa saat anak berusia 4 atau 5 tahun, mereka sudah bisa diajari untuk berpuasa. Apa sajakah cara yang bisa kita lakukan untuk mengajari anak berpuasa?

Lalu, bagaimana cara melatih anak puasa untuk pertama kali. Berikut ini ada beberapa tips melatih anak puasa pertama kali dikutip dari laman hellosehat.com sebagai berikut:

1. Beri anak contoh

Mengajarkan anak untuk ikut puasa sebaiknya dimulai dengan memberikan contoh. Hal ini akan membuat anak lebih mudah mempraktikkannya. Contohnya tentu saja dari Anda sendiri.

Saat menjalankan ibadah puasa, pasti anak akan bertanya apa itu puasa, mengapa ibu atau bapak tidak makan, dan lain sebagainya. Hal ini akan menimbulkan rasa penasaran, sehingga anak ingin mencobanya sendiri.

Ingat, di usia yang masih muda, anak bisa dengan mudah meniru perilaku seseorang di sekitarnya.

2. Tidak memaksa anak untuk puasa penuh atau sesuai keinginan Anda

Berikan kelonggaran berpuasa untuk anak. Perlu Anda ingat bahwa buah hati Anda masih dalam masa pertumbuhan. Ia masih membutuhkan banyak nutrisi.

Selain itu, anak kecil juga belum bisa mencari sendiri untuk mendapatkan makanan dan minuman sejumlah yang ia butuhkan. Mengajarkan dengan memaksa anak untuk puasa penuh atau puasa setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan pada anak.

Sebaiknya mulailah mengajarkan anak puasa secara perlahan. Mulai dari puasa beberapa jam dalam satu hari kemudian tingkatkan lagi jika anak sudah berhasil melewatinya.

Yang terpenting, anak mengenal dulu apa itu puasa dan bagaimana cara menjalankannya. Kemampuan anak untuk berpuasa lama-kelamaan juga akan meningkat seiring dengan kebiasaannya dalam menjalankan puasa.

3. Minta anak untuk puasa dari makanan tertentu saja

Jika anak sudah terbiasa makan makanan tertentu atau makanan kesukaannya, mintalah anak untuk menghindari makanan tersebut saat berpuasa. Misalnya, jika anak suka cokelat dan keripik, mintalah anak untuk tidak memakannya selama jam puasa.

Mengajarkan hal ini ketika anak puasa juga dapat membantu menghilangkan kebiasaan buruk pola konsumsi anak. Selain itu, juga dapat membantu anak untuk lebih menghargai makanan.

4. Beri penghargaan pada anak jika ia telah sukses menjalankan puasa

Mengajarkan anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa memag penting. Namun, memberikannya apresiasi juga tak kalah penting.

Terlepas dari berapa jam anak sudah puasa atau berapa hari anak mengikuti puasa, sebaiknya beri penghargaan kepada mereka. Penghargaan ini dapat menambah semangat anak untuk ikut menjalankan ibadah puasa lagi dan lagi.

Anda tidak harus memberi hadiah, cukup dengan memujinya dan mengatakan bahwa ia adalah anak yang hebat. Dengan begitu, ia akan merasa senang dan makin semangat untuk puasa.

Anda juga bisa menyediakan makanan kesukaan anak saat waktunya berbuka. Hal ini menjadi salah satu hal yang akan membuat mereka senang menjalankan ibadah puasa.

Namun, ingatlah untuk tetap memilihkan makanan sehat yang mengandung nutrisi penting bagi anak, seperti makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

Jangan biasakan memberi hadiah ke anak dengan makanan manis karena dapat membawa dampak buruk bagi kebiasaan makannya. Semoga bermanfaat (nnn).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.