Banner sumsel

Tingkatkan Daya Saing IKM di Pasar Domestik dan Mancanegara

JAKARTA, koranindonesia.id – Kementerian Perindustrian terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan merestrukturisasi peralatan atau peremajaan pada mesin produksi di industri tersebut.

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawanungsih mengatakan, program tersebut dilaksanakan tak hanya untuk menambah jumlah produksi, tetapi juga meningkatkan daya saing.

Selain itu, untuk memacu daya saing agar mampu kompetitif di pasar domestik, bahkan hingga ekspor ke mancanegara.

Gati menuturkan program restrukturisasi peralatan bagi IKM sudah dilakukan Kementerian Perindustrian sejak 2009. Pada lima tahun pertama atau 2009-2012 hanya menyasar sektor IKM sandang.

Baru di program selanjutnya, pada periode 2014-2017, program tersebut dimanfaatkan oleh 380 IKM antara lain meliputi sektor alat angkut, furnitur, logam, pangan, kimia, mesin, sandang, aneka, serta barang dari kayu.

Dijelaskannya adapun pelaksaan teknisnya, program restrukturisasi ini berupa potongan harga kepada IKM dalam pembelian mesin dan peralatan penopang aktivitas produksi.

Pelaku IKM mendapat nilai potongan 30% dari harga pembelian mesin atau peralatan yang dibuat di dalam negeri. Untuk mesin atau peralatan buatan luar negeri, nilai potongannya sebesar 25% dari harga pembelian.

“Program restrukturisasi ini sangat membantu IKM terutama dalam segi pembiayaan. Untuk itu sangat diharapkan terjadi peningkatan teknologi produksi terbaru yang digunakan,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/10/2018)

Pada periode 2014-2017, total nilai potongan harga yang telah diberikan IKM mencapai Rp42,306 miliar.Dari tahun ke tahun, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin telah melakukan penyempurnaan agar memudahkan IKM dalam mengakses atau memanfaatkan program ini.

Caranya, antara lain melalui simplifikasi prosedur, persyaratan dan kriteria. Selain itu, pendampingan dan asistensi oleh Lembaga Pengelola Program (LPP) juga terus dilakukan agar program ini dapat lebih mudah diaplikasikan.

LPP menyediakan pos pelayanan di sentra-sentra IKM unggulan yang berpotensi untuk ikut serta pada program tersebut.

“LPP adalah lembaga independen yang membantu Ditjen IKM dalam pelaksanaan kegiatan operasional pengelolaan program restrukturisasi mesin dan peralatan,” paparnya.

Gati menambahkan, program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM kembali dilanjutkan pada 2018 sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian dan Petunjuk Pelaksanaan yang tertuang dalam Keputusan Dirjen IKM Kemenperin.

Rencananya, pada 28 Oktober 2018 Ditjen IKM akan menyelenggarakan kegiatan ‘Sosialisasi Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM untuk Meningkatkan Daya Saing Ekspor’ di Surakarta, Jawa Tengah.

“Kegiatan tersebut akan diikuti 200 pelaku IKM dan 25 stakeholder terkait. Mulai dari sektor pangan, barang dari kayu, sampai sektor furnitur,” tandasnya.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.