Banner sumsel

Tinggal Dua Bulan Lagi, Capaian Beras Bulog Baru 19 Persen

PALEMBANG, koranindonesia.Id-Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Sumatra Selatan dan Bangka Belitung baru mampu mengantongi beras 15.500 ton saja. Sementara sisa waktu dua bulan lagi dinilai cukup sulit untuk memenuhi target 80 ribu ton.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Yusuf Salahuddin mengatakan, secara matematis target dalam mencapai 100 persen sulit dicapai mengingat waktu yang tersisa kurang dari dua bulan lagi dan capaian masih cukup rendah hanya 19 persen dari target.

“Memang sulit capai target dengan waktu yang tersisa saat ini. Namun kami pastikan walau penyerapan minim, stok beras di Gudang Bulog dapat memenuhi kebutuhan beras di Sumsel Babel hingga April 2019,” katanya.

Menurut Yusuf, stok yang ada saat ini masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan beras hingga tujuh bulan kedepan. Sementara kebutuhan beras di Sumsel Babel rata-rata perbulan mencapai 3.700 ton.

“Nantinya pada pertengahan atau akhir Februari 2019, akan kembali masuk masa panen oleh petani di Sumsel Babel sehingga kita akan melakukan penyerapan kembali,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, dengan waktu kurang dari dua bulan ini, pihaknya akan semaksimal mungkin menyerap beras dari para petani dengan ketentuan HPP dari pemerintah. Diyakini pihaknya dapat kembali menyerap beras hingga 1.000 ton lebih selama dua bulan ini sebelum akhirnya tutup tahun.

Adapun perolehan beras tersebut saat ini hanya disumbang dari Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur. Tidak hanya dari daerah itu, lanjut Yusuf, gudang beras Bulog Divre Sumsel juga mendapat pasokan beras dari program pemerataan beras nasional.

Seperti saat ini, terdapat beras dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Lampung. Pihaknya menyadari saat ini potensi panen sudah berkurang karena siklus masa panen pertanian sudah hampir selesai.

“Februari mendatang, masa panen kembali datang, karena itu demi memenuhi stok beras di gudang, Bulog pusat ada program pemerataan beras. Untuk beras impor, saat ini sudah tidak ada lagi, memang sempat ada di Sumsel Babel namun untuk kepentingan komersil,” katanya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.