Banner sumsel

Tiket Pesawat Mahal Bikin Bangkrut Industri Ini

JAKARTA, koranindonesia.id Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menilai kenaikan harga tiket pesawat terbang yang terjadi sejak akhir tahun 2018 serta penerapan bagasi berbayar telah memberatkan masyarakat dan berpengaruh kurang baik pada industri pariwisata secara umum di seluruh Indonesia.

Dalam hal ini Komite II  DPD RI mencatat harga tiket pesawat terbang  naik 40 persen hingga 120 persen sejak akhir tahun 2018. Ini merupakan kenaikan yang tertinggi dalam sejarah industri penerbangan di Indonesia.

“Kenaikan ini berada di atas kemampuan masyarakat, dan tidak sesuai dengan daya beli masyarakat, kata Wakil Ketua Komite II, Parlindungan Purba dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Menurutnya, hal tersebut  tercermin dari data yang dipaparkan oleh Angkasa Pura II dan data lain yang dihimpun oleh Komite II. Jumlah penumpang pada Januari 2019 tercatat 763.894 orang, turun hampir 20% dibandingkan dengan jumlah penumpang pada Januari 2018 yang berjumlah 953.565 orang. Penurunan 20% ini dinilai terlalu tinggi oleh Komite 2, sebab belum pernah terjadi penurunan sebesar ini  sebelumnya.

“Jumlah penumpang pesawat terbang yang merosot ini tentu saja memukul industri pariwasta di daerah. Hal ini terlihat dari tingkat hunian hotel yang turun sebesar 20 persen hingga 40 persen di awal tahun ini,” katanya.

Dampak lebih jauh dari kebijakan maskapai penerbangan menaikkan tarif  pesawat dan penerapan bagasi berbayar ini adalah omzet pedagang dan toko di bandara maupun obyek wisata di berbagai daerah di Indonesia ikut turun.(Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.