Tiket di Stasiun Kertapati Sudah Habis, Ini Tanggapan Pihak KAI

PALEMBANG, koranindonesia.id – Masa libur lebaran memang masih terlampau jauh hari, namun pihak KAI Drive III Stasiun Kertapati, melalui Humas PT KAI Aida menyampaikan, jika pihak KAI Drive III Kertapati sudah kehabisan tiket pada tanggal-tanggal tertentu, khususnya tiket kereta ekonomi Kertapati – Tanjungkarang.

“Untuk kelas eksekutif dan bisnis masih banyak tersedia, kalau ekonomi ya memang sudah banyak yang habis pada tanggal tertentu,” ujar Aida saat dikonfirmasi Kamis (2/5/2019).

Dilanjutkannya, hal tersebut biasa terjadi lantaran akan memasuki masa mudik lebaran. “Sama saja seperti tahun belakangan, satu bulan bahkan, sebelum masuk masa libur lebaran, tiket sudah habis,” terangnya.

Namun, Aida juga menyampaikan kalau pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut dengan merencanakan untuk menambah gerbong kereta, jika nanti terjadi lonjakan penumpang. “Kalau memang dibutuhkan penambahan gerbong, ya nanti mungkin akan kita tambah,” sebutnya pula.

Lebih lanjut Aida mengimbau, agar masyarakat segera merencanakan perjalanannya sejak jauh-jauh hari, untuk mendapatkan kepastian tiket perjalanan mudik dan balik Lebaran 2019 dengan melakukan reservasi tiket di website kai.id, KAI Access, dan mitra penjualan tiket KAI.

Sementara itu terkait barang bawaan, setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi ke dalam Kereta Api dengan berat maksimum untuk tiap penumpang 20 kilogram (kg) dan dengan volume maksimum 100 dm3. Dimensi maksimal bagasi adalah 70 cm x 48 cm x 30 cm.

Penumpang akan diperbolehkan membawa bagasi yang melebihi berat atau ukuran seperti yang telah diatur hingga seberat 40 kg atau dengan volume 200 dm3 dengan dimensi maksimal 70 cm x 48 cm x 60 cm ke dalam kereta penumpang dengan dikenakan bea kelebihan bagasi atau membeli tempat duduk ekstra.

Tarif kelebihan bagasi untuk kelas eksekutif, tarif atas kelebihan berat bagasi akan dihitung Rp10.000 per kilogram. Sementara, untuk kelas bisnis atau ekonomi komersial dikenakan Rp6.000 per kilogram dan ekonomi non komersial Rp2.000 per kilogram.

(ndi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.