Banner sumsel

Tiga Tertangkap, Satu Pelaku Perampok dan Pembunuh Sofyan Masih Buron

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap Akbar salah satu pelaku tersangka perampokan dan pembunuhan driver taksi online (taksol) Kgs Sofyan yang hingga kini masih buron.

Sementara, tiga pelaku lainnya yakni Ridwan (45), FR (16) dan Acundra (21) telah diamankan di Mapolda Sumsel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, keempat tersangka berbagi peran ketika melakukan perampokan serta pembunuhan terhadap Sofyan.

Dimana para empat pelaku ini mulanya datang ke Palembang dengan memesan taksi online melalui akun seorang wanita berinisial TY ketika berada di kawasan Km 5 Palembang, pada (29/10/2018) lalu, sekitar pukul 13.30 WIB.

Setelah dipesankan, salah satu pelaku pun memberikan nomor telepon selular milik Sofyan, hingga mereka akhirnya menelpon nomor tersebut.

“Setelah ditelpon korban datang menjemput di kawasan Km 5 Palembang, dan meminta untuk diantarkan ke Simpang Bandara SMB II, empat pelaku langsung naik ke mobil korban,” kata Yustan, kepada wartawan, Jumat (16/11/2018).

Yustan melanjutkan, tersangka Akbar langsung duduk dibangku depan sebelah korban, tiga rekannya yang lain duduk dibangku belakang.

Ketika sampai ditujuan, empat pelaku ini langsung menghabisi nyawa Sofyan secara sadis. Ridho pun sempat turun untuk melihat situasi sekitar. Usai dipastikan tewas, empat pelaku langsung menuju ke Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yang merupakan tempat tinggal mereka, dengan mengendarai Daihatsu Sigra milik korban, dengan membawa serta jenasah korban Sofyan bersama mereka.

Saat melintas di kawasan Betung Kabupaten Banyuasin, mobil Sofyan ternyata mendadak mati mesin karena kehabisan bahan bakar. FR pun terpaksa menjual ponsel miliknya untuk membeli bensin dan melanjutkan perjalanan.

“Dari saksi itulah yang menyebutkan, jika melihat tersangka menjual ponsel karena kehabisan bensin. Selanjutnya kita kejar,” ujar Dir Reskrimum Polda Sumsel.

Di tengah perjalanan, tepatnya di areal perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura), jenazah Sofyan yang telah terbujur kaku langsung dibuang para tersangka dipinggir jalan, hingga 15 hari kemudian ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang.

“Mobil langsung dibawa tersangka pulang setelah itu kembali dibawa oleh Akbar, sekarang masih dalam pengejaran,” papar Yustan.

(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.