Tiga Tahun Jalan Rusak Parah, Tak Kunjung Diperbaiki

  • Proposal Berulangkali Diajukan

Musirawas, koranindonesia.com –  Masyarakat Desa Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas mengeluh akibat jalan utama penghubung antara Kecamatan Muara Lakitan dan Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara, tepatnya di Desa Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan  Kabupaten Musirawas mengalami rusak parah selama 6 tahun. Kerusakan paling parah terjadi 3 tahun belakangan dengan kondisi nyaris tidak bisa dilewati kendaraan.

Rusaknya jalan utama tersebut, membuat warga Desa Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas mengalami kesulitan mengeluarkan hasil bumi berupa, karet, sawit dan sebagainya. Baik dalam segi perekonomian masyarakat juga sangat terhambat, karena warga setempat tidak bisa keluar untuk membeli bahan-bahan pokok seperti sayuran dan sebagainya akibat jalan utama tersebut rusak yang sangat parah, apalagi saat musim hujan.

Akibat Jalan rusak tersebut, anak-anak juga kesulitan pergi ke sekolah. Karena harus melintas di jalan berlumpur.  “Jalannya seperti kubangan kerbau,  sangat tidak layak untuk dilewati, ” ujar seorang warga melintas di jalan berlumpur itu, Minggu (11/3/2018).

Kades Prabumulih 1 Marsa Jaya mengatakan, sepanjang jalan Desa Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas, mengalami kerusakan total sepanjang lebih kurang 15 KM, sampai batas penghubung Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas dengan Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara.

Dikatakan Kades  hancurnya jalan utama tersebut  disebab dilewati , kendaraan milik PT.PPA, PT. SSL  dan PT.SAL.. Ketiga PT tersebut hanya memakai jalan tanpa melakukan perawatan maupun perbaikan. Bahkan jembatannya nyaris roboh

“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Musirawas maupun dari  pihak perusahaan untuk segera memperbaiki jalan tersebut kami sudah sangat resah dengan permasalahan jalan ini,’’ katanya.Sementara itu, Sutimo siswa kelas 1 SMP Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas mengaku kesulitan pergi ke sekolah,  karena harus bsrgelut dengan jalan berlumpur.  ” Kalau hujan pagi hari,  kami dipastikan terlambat,  jalan yang dilalui bertambah sulit,  lumpurnya semakin kental, “katanya.

Reporter: shandi april
Editor  : elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.