Banner sumsel

Tiga Pelaku Pencuri Kabel PLN Dibekuk

 

PALEMBANG,koranindonesia.Id – Satreskrim Polresta Palembang unit Pidana Umum dan Tekab 134 berhasil mengamankan tiga dari empat pelaku pencurian kabel Konductor ukuran 630 sebanyak 100 meter yang masih dalam gulungan. Sabtu (17/11) sekitar pukul 23.30 WIB.

Ketiga pelaku yang diamankan yakni Yulianto (30) warga Jalan Perintis Kemerdekaan Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang, Agung Sutrisno (30) warga Jalan Letkol Nur Amin Lorong Basmiun dan Tyas (30). Ketiganya diamankan dikediamannya masing-masing.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, petugas menggelandang ketiganya ke Mapolresta Palembang berikut barang bukti berupa satu buah linggis, senjata tajam (sajam) jenis pedang dan kayu sisa pencurian kabel.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui  Wakasat Reskrim AKP Ginanjar membenarkan pihaknya telah berhasil mengamankan ketiga pelaku. “Ketiga tersangka YL, AS dan TY ditangkap karena melakukan aksi pencurian kabel milik PLN,” katanya Selasa (27/11/2018).

Tertangkapnya kawanan tersangka ini adanya laporan Andi Saputra (43) warga jalan Sutan Syahrir Kelurahan 5 Ilir Kecamatan IT II Palembang, yang telah kehilangan satu gulung kable di proyek pembangunan Gis 150 KV Kota Timur Boom Baru Kecamatan IT II Palembang  yang melapor ke Mapolresta Palembang.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian hingga berhasil mengamankan ketiga tersangka. “Modus yang dilakukan kawanan tersangka ini, Dengan masuk kedalam pagar dan membawa kabel satu gulung keluar dan aksi mereka terekam CCTV,” ujarnya.

Selain mengamankan ketiga tersangka, lanjut Ginanjar.  Pihaknya juga berhasil mengamankan satu buah linggis, satu buah pedang dan kayu sisa pencurian kabel. “Kita masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lagi yang masih buron, yang identitasnya sudah kita kantongi,” ungkapnya.

Saat ini ketiga tersangka, sedang dalam pemeriksaan petugas. “Atas ulahnya ketiga tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 dengan hukuman diatas 5 tahun,” tegasnya.

Sementara, tersangka Yuliato saat ditemui di ruang unit Pidum mengakui perbuatannya yang telah melakukan aksi pencurian. “Ya Pak, kami berempat melakukannya,” kata Yulianto yang pernah mendekam di rutan Pakjo tahun 2016 dengan kasus yang sama.

Diakuinya, kabel hasil pencuriannya dijualkannya kepada temannya berinisial SL seharga Rp 2.185.000. “Kami jual satu kilonya Rp 12 ribu Pak, uangnya kami bagi tiga Pak. Saya, Tyas dan PY (DPO) Rp 200 ribu sisanya kami bayar utang,” ungkapnya.

Dijelaskannya, aksi yang ia lakukan dengan cara membuka pintu pagar yang tidak ada petugas keamanan. “Masuk kedalam dan langsung membawa kabel itu Pak,” ujarnya.

Sedangkan Agung berkilah kalau ia ikut dalam melakukan aksi pencurian kabel tersebut. “Sumpah Pak, aku dak melok dan dak tau nian. Waktu itu aku cuman disuruh tutup pintu bae kebetulan lagi duduk disana, dan idak dapat duet dari mereka,” katanya. (anl)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.