Banner sumsel

Tiga Kali di Bui Riko Tak Kapok, Akhirnya di Dor

Spesialis Curanmor

PALEMBANG, koranindonesia.id – Riko (25) akhirnya menyerah setelah timah panas anggota opsnal reskrim Polsek Kemuning menembus kakinya, Minggu (18/11/2018). Residivis yang sudah sedikitnya tiga kali ‘dibui’ dalam kasus curanmor ini ditangkap karena membegal sepeda motor milik korban Depta Emir (13), saat berada di Jalan Gersik Sekip Bendung pada Jumat (16/11) pukul 16.30 WIB.

“Penangkapan tersangka bermula saat korban melapor. Setelah ditindaklanjuti dengan ciri-ciri yang dimaksud, akhirnya kami menggerbek kediaman tersangka yang ada di Sekip. Sangat disayangkan, tersangka saat itu tidak ada dirumahnya. Lalu kami mencoba melacak keberadaan sepeda motor korban,” papar Kapolsek Kemuning, AKP Robert Perdamaian Sihombing SH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Arlan kepada wartawan.

Pencarian membuahkan hasil, tersangka berada di Jalan Radial Kelurahan 24 Ilir “Tepat berada di Jalan Radial, persis di Pasar Ubi Kelurahan 24 Ilir, kita ringkus. Dari catatan kami, tersangka ini merupakan residivis dan juga tersandung kasus pengelapan sepeda motor yang laporannya ditangani Polresta. Jadi, nantinya, tersangka akan kita limpahkan kesana, untuk pengembangan kasus kriminal yang dilakukan sebelum kejadian yang ini,” tambahnya.

Tindakan tegas yang diambil anggota saat penangkapan karena  tersangka beberapa kali mencoba kabur.

“Kita terpaksa lumpuhkan, karena dia beberapa kali mencoba lari saat hendak dibawa ke kantor. Tersangka ini terkenal ahli dalam kasus curanmor, pengakuannya sudah dua kali tersandung kasus curnamor, kini mencoba membegal motor. Tidak hanya itu dia juga terlibat kasus penadahan dan pengelapan motor di daerah Sekip, korbannya atasnama Rahmat Syarif,” tukasnya.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku aksinya ini dilakukan sendiri.  “Saya kepepet pak. Saya hampiri korban, dengan mengancamnya akhirnya dia menyerahkan sepeda motor,” singkatnya tertunduk menahan sakit. (fhy)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.