Banner sumsel

Tidak Terima Putusan Majelis Hakim, Penggugat Nyatakan Banding

LUBUKLINGGAU,koranindonesia.id – Idrus bin Sulaiman (70) warga Desa Beringin Makmur 11 Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara   menyatakan banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Kota Lubuklinggau, Jumat (9/3/2018). Sidang vonis  yang dipimpin Hakim Ketua Yopi Wijaya dengan hakim anggota  Indra Lasmana dan Andi Barkan itu menghadirkan tergugat PT. Lonsum dan BPN Kabupaten Musirawas.

Didalam dakwaan disebutkan Penggugat menggugat pihak PT London Sumatera (Lonsum) Tbk, perwakilan PT. PP Lonsum di Bukit Hijau Desa Beringin Makmur 11 Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara, atas tuduhan telah menguasai lahan (tanah) berupa kebun karet seluas 22 hektar dalam satu hamparan berlokasi di daerah Sungai Balida di Desa Beringin Makmur 11 Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara milik penggugat Idus.

Penggugat juga menggugat pihak BPN Kabupaten Musirawas yang saat ini memiliki wawenang dan yurisdikasi atas permasalahan pertanahan di Kabupaten Muratara.

Diungkapkan Idrus didampingi anaknya Idris dan Kuasa Hukum Astura Ulesco,  atas putus hakim PN Lubuklinggau pihaknya akan melakukan banding. ‘’Banyak fakta-fakta dalam persidangan yang tidak menjadi pertimbangan Majelis Hakim,’’ ujar Idrus.

“Saat persidangan perkara tersebut, Hakim jelas-jelas tidak adil memutuskan perkara ini. karena uang ganti rugi dari PT. Lonsum tidak ada sama sekali. Kalau memang ada uang ganti rugi atas nama Idrus Sulaiman dari PT. Lonsum, maka kami akan menerima hasil sidang,’’ tambahnya lagi.

Idrus menilai Majelis Hakim tidak  merujuk pada  fakta-fakta persidangan yang dihadirkan dimuka persidangan. ‘ ‘Atas putus ini kami akan melakukan upaya hukum yaitu banding.  Sedangkan untuk perkara tersebut sudah berjalan selama 6 bulan dan sudah waktu maksimal dalam pengadilan tinggal kita ajukan upaya banding lagi,’’ tegas Kuasa Hukum Austra Unisco SH.

Sementara itu, perwakilan dari BPN Kabupaten Musirawas saat ditanya awak media usai sidang tidak memberikan keterangan apapun hanya melambaikan tangannya sambil pergi meninggalkan awak media.

Reporter : Shandi April
Editor   : elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.