Banner sumsel

Tidak Gubris Tembakan Peringatan, Spesialis Bongkar Rumah Kosong Ditembak

PALEMBANG,koranindonesia.id- Spesialis bongkar rumah kosong, Amirudin (27) dan Arifin (25) warga Jalan DI Panjaitan Gang Lama Kelurahan Bagus Kuning Kecamatan Plaju Ulu, Palembang keduanya terpaksa diboloni petugas dari Unit Reskrim Tim Hunter Polresta Palembang, Minggu (5/5/2019) karena melawan saat akan ditangkap.

Kawanan maling ditenggarai terlibat pencurian di rumah milik Ramijan (54), Lorong Goyong Royong Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame, Palembang pada Sabtu (4/5) sekitar pukul 10.00 WIB, hingga menyebabkan korban mengalami kerugian puluhan juta.

Penangkapan berawal petugas mendapat informasi tentang keberadaan kedua tersangka. Tak ingin buang waktu, petugas yang di pimpin Aiptu Agus langsung menyambangi keduanya di kawasan Plaju. Karena terus melakukan perlawanan, akhirnya petugas memberikan tindakan tegas terukur.

“Mereka ini tindak mengindahkan tembakan ke udara anggota kita. Kami terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan,” terang Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIk SH MH kepada sejumlah wartawan.

Sedikitnya, terdapat tiga laporan polisi atas perbuatan keduanya.”Mereka ini merupakan TO (Target Operasi) kami, termasuk spesialis bongkar rumah kosong dan Curanmor. Dari data yang kita terima, sudah tiga kali melakukan pencurian. Namun, kami tetap terus kembangkan lagi,” ujarnya.

Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa, ‎satu unit Handphone Merk Nokia, satu unit Handphone Merk Samsung dan satu unit Handphone Merk BlueBerry, satu unit jam tangan Merk Seiko warna silver, empat buah kunci T, dua buah linggis kecil, dua bilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu warna hitam dan satu buah gembok milik korban yang telah rusak.

“Mereka ini terancam penjara diatas lima tahun, sesuai pasal 363 KUHP,” tambahnya.

Sementara, tersangka Amirudin mengaku baru kali ini melakukan pencurian.

“Faktor ekonomi pak, tidak ada kerjaan, uang tidak ada, sedangkan isteri dan anak mau makan,” jelasnya.

Disinggung keterlibatan pencurian sepeda motor, buruh serabutan ini menambahkan baru satu kali.

“Iya pak, baru satu kali mencuri motor. Caranya saya merusak kunci kontak dengan menggunakan kunci retel T yang saya pinjam dari teman,” tambahnya.(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.