Banner Pemprov 17 Agustus

Terungkap, Penyebab Pakde Karwo Mundur dari Demokrat

JAKARTA, koranindonesia.id – Mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, meletakkan jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Namun, surat pengunduran politikus senior itu belum dijawab oleh DPP Partai Demokrat.

Tokoh Sepuh Partai Demokrat di Jawa Timur ini mundur dari Demokrat karena dia menjabat Komisaris Utama di PT Semen Indonesia Tbk. Dia harus melepas jabatan politik sesuai aturan perundang-undangan.

Surat pengunduran diri tersebut telah diserahkan ke pengurus pusat partai berlambang bintang mercy tersebut. Pengunduran diri Pakde Karwo, panggilan akrab Soekarwo, dari posisi Ketua DPD Partai Demokrat adalah konsekuensi atas jabatan baru yang dia emban.

Sekretaris DPD Partai Demorkrat Jatim, Renville Antonio, membenarkan kabar itu. Bahkan, menurutnya, pengunduran diri Pakde Karwo telah diserahkan sejak mengisi jabatan Komisaris Utama PT Semen Indonesia Tbk, Maret 2019.

“Pakde Karwo sudah menyampaikan sejak lama. Sekarang, kami menunggu proses dari DPP,” ujar Renville saat dihububgi, Selasa (13/8/2019).

Sampai saat ini surat pengunduran diri Pakde Karwo belum ada balasan dari DPP. Meski demikian, ia yakin dalam waktu dekat pengurus pusat segera menunjuk pelaksana tugas (plt) agar tidak terjadi kekosongan.

Sebelum adanya plt, Renville menegaskan, Pakde Karwo tetap memimpin Partai Demokrat Jawa Timur. “Sepanjang plt belum turun, etikanya beliau masih punya jabatan di sini,” ungkap anggota DPRD Jawa Timur ini.

Mengacu pada musyawarah daerah (musda) 2016, jabatan Pakde Karwo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur sebenarnya masih menyisakan dua tahun. Sementara musyawarah daerah untuk memilih ketua baru dilaksanakan pada 2021.

Dengan mundurnya Soekarwo sebagai ketua, bukan tidak mungkin musda akan dipercepat. Mengingat agenda politik pilkada serentak 2020 menanti di depan mata. Tentunya partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak mau melepas pesta demokrasi serentak tahun depan.

“Agenda politik Partai Demokrat itu tanggal 9 September, yakni ulang tahun partai yang akan diselenggarakan di Jakarta. Kemungkinan triwulan pertama mau ke triwulan kedua. Bulan Maret atau April 2020 kami kongres. Setelah itu musda dan muscab,” kata Renville.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.